Pertandingan Pramusim: Amorim Balas Dendam, AC Milan Hantam Manchester United 4-2

Senin, 17 Agu 2026, 00:10 WIB

WROCLAW — Manchester United menutup rangkaian pramusim dengan kekalahan telak 2-4 dari AC Milan dalam pertandingan persahabatan di Wroclaw, Polandia, Minggu (16/8) dini hari WIB. Laga tersebut terasa istimewa karena Milan kini ditangani mantan pelatih United, Ruben Amorim.

United dua kali mampu memimpin, tetapi rapuhnya lini belakang membuat keunggulan itu tak bertahan lama. AC Milan mencetak empat gol, tiga di antaranya lahir dari situasi jarak dekat, sebelum Ruben Loftus-Cheek memastikan kemenangan Rossoneri.

Ket. Foto: Ruben Amorim. — Sumber: Istimewa

Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi United dalam enam pertandingan pramusim. Sebelumnya, tim asuhan Michael Carrick mencatat kemenangan atas Atletico Madrid dan bermain imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain, juara Eropa.

Carrick mengakui hasil tersebut mengecewakan, meski secara keseluruhan ia menilai persiapan tim menuju musim baru berjalan positif.

“Secara keseluruhan, pramusim sangat bagus. Ada banyak hal positif yang bisa kami ambil,” kata Carrick kepada MUTV seusai pertandingan.

Namun, mantan gelandang United dan tim nasional Inggris itu menegaskan bahwa performa melawan Milan tidak memenuhi harapan.

“Kami kecewa dengan pertandingan hari ini. Kami tidak bermain bagus. Ada alasan untuk itu, tetapi kami harus belajar dan berkembang. Beberapa pemain juga baru mendapatkan menit bermain pertama mereka,” ujarnya.

United mengawali pertandingan dengan baik. Bruno Fernandes mengirimkan sepak pojok pada menit kedua yang disambut sundulan keras Harry Maguire. Bola meluncur ke gawang Milan dan membawa United unggul cepat.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Kesalahan koordinasi di lini belakang United membuka ruang bagi Goncalo Ramos untuk masuk ke kotak penalti. Penyerang Milan itu kemudian mengirim umpan mendatar kepada Samuel Chukwueze yang dengan tenang menaklukkan pertahanan United.

United kemudian mendapat kesempatan emas untuk kembali memimpin sebelum turun minum setelah Youri Tielemans dijatuhkan Koni De Winter di kotak penalti.

Fernandes maju sebagai eksekutor, tetapi gagal menjalankan tugasnya. Lorenzo Torriani membaca arah tembakannya dan melakukan penyelamatan gemilang.

Kegagalan itu menjadi yang kedua secara beruntun bagi Fernandes dalam pertandingan pramusim. Pada laga melawan Leeds di pertengahan pekan, kapten United tersebut juga gagal mencetak gol dari titik penalti setelah tembakannya melebar.

United akhirnya kembali memimpin setelah Patrick Dorgu memanfaatkan kesalahan Filippo Terracciano. Umpan balik yang terlalu lemah berhasil dipotong Dorgu sebelum ia menuntaskannya menjadi gol.

Tetapi masalah lama United kembali muncul. Milan terus menekan dan akhirnya menyamakan kedudukan melalui Chukwueze. Tembakannya memang tidak mengarah sempurna ke gawang, tetapi Alphadjo Cisse berada di posisi yang tepat untuk mengubah arah bola dan membuat skor menjadi 2-2.

Pada menit ke-60, perhatian kemudian tertuju kepada Marcus Rashford.

Penyerang Inggris tersebut masuk sebagai pemain pengganti dan untuk pertama kalinya kembali mengenakan seragam United setelah menjalani masa peminjaman bersama Barcelona.

Rashford sebelumnya sempat tersisih dari skuad utama United ketika Amorim masih menjadi manajer. Ia kemudian dipinjamkan ke Aston Villa sebelum melanjutkan periode peminjamannya bersama Barcelona.

Namun, comeback Rashford tidak mampu mengubah jalannya pertandingan.

Milan Mengamuk di 20 Menit Terakhir

Milan akhirnya berbalik unggul pada menit ke-68. Chukwueze kembali menjadi aktor penting dengan mengirimkan umpan silang yang disambut sundulan Ramos.

Hanya tiga menit berselang, pertahanan United kembali terbuka. Loftus-Cheek memanfaatkan ruang yang tersedia dan berlari bebas sebelum menuntaskan peluang untuk membawa Milan unggul 4-2.

United tidak mampu memberikan respons berarti hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan tersebut sekaligus memberikan Amorim hasil manis saat menghadapi mantan klubnya. Pelatih asal Portugal itu dipecat United pada Januari setelah hanya sekitar 14 bulan menangani klub.

Carrick kemudian dipercaya menangani United secara permanen setelah sebelumnya ditunjuk sebagai pelatih sementara. Ia berhasil membawa klub finis di posisi ketiga Liga Primer Inggris musim lalu.

Meski kalah pada pertandingan terakhir pramusim, Carrick melihat sejumlah manfaat dari rangkaian enam pertandingan yang telah dijalani tim.

“Banyak pemain akan menjadi lebih baik setelah mendapatkan menit bermain. Kami memiliki skuad yang bagus, jadi ada sejumlah keputusan yang harus dibuat,” kata Carrick.

United kini harus segera mengalihkan perhatian ke kompetisi resmi.

Setan Merah akan memulai musim Liga Primer Inggris 2026/27 dengan pertandingan tandang melawan tim promosi Hull City pada 22 Agustus.

Kekalahan dari Milan menjadi alarm terakhir bagi Carrick. Performa pramusim memang tidak selalu menjadi gambaran mutlak sebuah musim, tetapi kelemahan di lini pertahanan dan efektivitas penyelesaian peluang menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum kompetisi resmi dimulai.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.