• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sistem Perpipaan Berkualit...

Sistem Perpipaan Berkualitas Dukung Efisiensi Operasional Industri Manufaktur

Minggu, 12 Jul 2026, 20:50 WIB

JAKARTA – Keandalan sistem utilitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sekaligus mendukung operasional industri manufaktur yang berkelanjutan. Melalui anak usahanya, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia, SCG mendorong pelaku industri untuk berinvestasi pada infrastruktur utilitas yang mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Sistem utilitas mencakup pengelolaan air, uap, listrik, dan udara yang menjadi penopang utama berbagai sektor manufaktur, terutama industri yang mengolah material cair dalam skala besar seperti makanan dan minuman, kimia, kosmetik, serta farmasi.

Ket. Foto: Fitting PVC SCG. Keandalan sistem utilitas seperti perpipaan, pengelolaan air, dan kelistrikan dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta mendukung keberlanjutan industri manufaktur. — Sumber: SCG

Dalam operasionalnya, sebuah pabrik dapat membutuhkan sekitar 500 ribu hingga 2 juta liter air setiap hari untuk mendukung proses produksi. Besarnya kebutuhan tersebut membuat keandalan sistem distribusi air dan utilitas lainnya menjadi aspek penting dalam menjaga kelancaran produksi.

Presiden Direktur PT Berjaya Nawaplastic Indonesia, Bandhit Lertpalanan, mengatakan sistem utilitas sebaiknya dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar biaya operasional.

"Material perpipaan yang berkualitas, spesifikasi peralatan yang tepat, dan manajemen utilisasi peralatan menjadi faktor kunci. Dengan mempertimbangkan biaya utilitas secara menyeluruh, perusahaan dapat menjaga efisiensi biaya operasional, kapasitas serta kualitas produksi, sekaligus memastikan keberlangsungan bisnis," ujar Bandhit dalam keterangan resmi pada hari Kamis (9/7).

Sementara itu Senada, Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan, mengatakan transformasi menuju industri yang lebih berkelanjutan juga harus didukung oleh sistem utilitas yang dirancang secara optimal.

Menurutnya, sistem utilitas yang andal mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan air, mengurangi risiko kebocoran maupun gangguan operasional, serta memperpanjang usia infrastruktur sehingga kebutuhan perbaikan dan penggantian dapat ditekan.

"Melalui solusi perpipaan yang andal dan tahan lama, kami ingin mendukung pelaku industri manufaktur mengurangi konsumsi energi berlebih sekaligus mendukung aspirasi dekarbonisasi," ungkapnya.

SCG menjelaskan salah satu komponen terpenting dalam utilitas industri adalah sistem sirkulasi air yang digunakan mulai dari proses pengolahan bahan baku, produksi, hingga sanitasi peralatan.

Apabila sistem perpipaan mengalami penyumbatan atau kontaminasi akibat material yang tidak memadai, proses produksi dapat terganggu. Pada industri makanan dan minuman, kondisi tersebut bahkan berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan karena kontaminasi produk.

Selain distribusi air, sistem pendingin atau cooling tower juga bergantung pada kualitas jaringan perpipaan, katup, pompa, serta penukar panas. Gangguan pada sistem ini dapat menyebabkan mesin mengalami panas berlebih sehingga konsumsi energi meningkat dan emisi karbon menjadi lebih tinggi.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Berjaya Nawaplastic Indonesia menyediakan berbagai solusi perpipaan, mulai dari PVC Pipe & Fitting hingga PPR Pipe & Fitting yang dirancang untuk distribusi air bersih, bahan kimia, sistem pendingin, pengolahan limbah, dan drainase industri.

Material tersebut diklaim memiliki ketahanan terhadap tekanan, kompresi, serta paparan sinar ultraviolet sehingga mampu memperpanjang umur pakai infrastruktur utilitas.

Perusahaan juga menghadirkan ball valve untuk membantu mengatur aliran fluida secara stabil pada berbagai proses produksi. Komponen tersebut dirancang tahan terhadap suhu tinggi dan berbagai tingkat keasaman sehingga dapat mengurangi risiko korosi yang memengaruhi performa sistem.

Sementara itu, penggunaan lem pipa dan fitting dengan daya rekat tinggi disebut mampu meminimalkan kebocoran sekaligus menekan kebutuhan perawatan dalam jangka panjang.

Di sisi lain, SCG turut menyediakan pipa conduit untuk melindungi instalasi kabel listrik di lingkungan pabrik. Produk tersebut dirancang agar memenuhi standar ketahanan api sekaligus memberikan fleksibilitas dalam proses pemasangan.

Tidak hanya berfokus pada kualitas produk, SCG juga mengembangkan pendekatan ekonomi sirkular melalui program penggantian pipa yang rusak. Material bekas tersebut dikumpulkan dan didaur ulang menjadi bahan baku baru sehingga tidak berakhir sebagai limbah.

Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi sampah industri, memperpanjang siklus hidup material, serta mendukung operasional manufaktur yang lebih ramah lingkungan.

Dalam mendukung rantai pasok, SCG mengintegrasikan sejumlah unit bisnisnya mulai dari penyedia bahan baku, kemasan, hingga distribusi logistik. Menurut perusahaan, ekosistem terintegrasi tersebut memungkinkan efisiensi biaya sekaligus menjaga keandalan pasokan produk ke berbagai wilayah.

Saat ini, produk pipa PVC dan fitting yang diproduksi PT Berjaya Nawaplastic Indonesia telah dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Selain memenuhi kebutuhan domestik, produk tersebut juga telah diekspor ke Thailand.

SCG menyatakan penguatan sistem utilitas industri merupakan bagian dari strategi Inclusive Green Growth yang bertujuan mendorong pertumbuhan industri yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Melalui strategi tersebut, perusahaan berharap dapat mendukung upaya pengurangan jejak karbon operasional sekaligus berkontribusi terhadap target Net Zero 2050.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.