Restorasi Mangrove di Paser Diperkuat Lewat Penanaman 60.000 Pohon
Minggu, 12 Jul 2026, 21:18 WIBJAKARTA â Nestlé Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Paser dan Yayasan Hutan Tropis (YHT) menanam 60.000 pohon mangrove di lahan seluas 20 hektare di Desa Modang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat restorasi ekosistem pesisir sekaligus mendukung target nasional rehabilitasi hutan mangrove.
Kegiatan penanaman yang berlangsung pada 2 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari pendekatan Creating Shared Value (CSV) yang dijalankan Nestlé Indonesia. Melalui pendekatan ini, perusahaan menggandeng pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus masyarakat.
Indonesia sendiri merupakan negara dengan kawasan mangrove terluas di dunia. Selain berfungsi melindungi garis pantai dan daerah aliran sungai dari abrasi serta intrusi air laut, hutan mangrove juga menjadi habitat berbagai flora dan fauna serta memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis daratan.
Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, mengatakan rehabilitasi mangrove menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan upaya mitigasi perubahan iklim.
"Selama lebih dari lima puluh tahun hadir di Indonesia, Nestlé Indonesia senantiasa berupaya menciptakan manfaat bersama bagi individu dan keluarga, masyarakat, serta bumi. Penanaman 60.000 pohon mangrove di Kabupaten Paser merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemulihan ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim," ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Fajar, program tersebut juga sejalan dengan target global perusahaan menuju Net Zero Emissions 2050 dan Forest Positive, yang diwujudkan melalui berbagai inisiatif pelestarian lingkungan di bawah pilar Good for Planet.
Pemerintah Kabupaten Paser menyambut baik kolaborasi tersebut. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Rudiansyah, menilai rehabilitasi mangrove tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
"Pemerintah Kabupaten Paser mengapresiasi komitmen Nestlé Indonesia yang telah berkontribusi dalam upaya rehabilitasi mangrove di wilayah kami. Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim," katanya melalui siaran pers baru-baru ini.
Sekretaris Umum Yayasan Hutan Tropis, Dean Yulindra Affandi, mengatakan keberhasilan rehabilitasi mangrove sangat bergantung pada pengelolaan jangka panjang serta keterlibatan aktif masyarakat setempat.
Ia menjelaskan penanaman mangrove tidak hanya mempercepat pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga meningkatkan kapasitas penyerapan karbon serta menjaga fungsi kawasan sebagai habitat berbagai spesies.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan Komunitas Masyarakat Peduli Mangrove Kabupaten Paser. Ketua komunitas tersebut, Abdul Azis, berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
"Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik, memberikan manfaat bagi lingkungan, serta menjadi warisan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang," ujarnya.
Program di Kabupaten Paser merupakan kelanjutan dari sejumlah kegiatan rehabilitasi mangrove yang sebelumnya telah dilakukan perusahaan di berbagai daerah. Sebelumnya, Nestlé Indonesia menanam 30.000 pohon mangrove di Kabupaten Siak, Riau, serta 15.000 pohon mangrove di kawasan Pantai Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah, bersama Nestlé Milo.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, perusahaan menyatakan terus memperkuat kontribusinya dalam melindungi, memulihkan, dan meregenerasi lingkungan melalui kolaborasi dengan pemerintah, organisasi mitra, dan masyarakat.
Nestlé Indonesia berharap langkah restorasi mangrove ini tidak hanya membantu memperkuat ketahanan ekosistem pesisir terhadap dampak perubahan iklim, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada keberlanjutan kawasan pesisir.
- PT Nestle Indonesia
- Kabupaten Paser
- penanaman mangrove
- mangrove
- perubahan iklim
- Mitigasi Iklim
- Rehabilitasi Mangrove
- Nestlé MILO
- Restorasi Ekosistem
- Ekosistem Pesisir
- Net Zero Emissions 2050
- Forest Positive
- Creating Shared Value
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
WHO Minta Dunia Bersiap Hadapi Lebih Banyak Kasus Hantavirus
-
Dokter Ingatkan Pencernaan Anak Berpengaruh pada Nafsu Makan dan Kualitas Tidur
-
Peluncuran Bear Brand Collagen & Vitamin C
-
Amazon Siapkan Ribuan Lapangan Kerja Baru dari Ekspansi AI di Asia Tenggara
-
Milo Kampanyekan Gizi Seimbang dan Gaya Hidup Aktif Anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.