- Home
-
- Megapolitan
-
- Pulomas Tower Terintegrasi...
Pulomas Tower Terintegrasi LRT, Wagub Rano Karno Dorong Sinergi BUMD
Minggu, 02 Agu 2026, 16:00 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong optimalisasi aset daerah melalui kolaborasi dengan sektor perbankan. Salah satu langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan fasilitas pembiayaan proyek Pulomas Tower antara PT Pulo Mas Jaya dan PT Bank Mega Syariah yang disaksikan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (31/7).
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembiayaan proyek strategis daerah melalui sinergi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan lembaga keuangan. Pulomas Tower nantinya akan dikembangkan sebagai kawasan produktif yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Equestrian sekaligus mendukung konsep Transit Oriented Development (TOD).
"Saya menyambut baik penandatanganan fasilitas pembiayaan ini sebagai wujud sinergi antara BUMD dan sektor perbankan dalam mendukung pengembangan aset daerah agar semakin produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Rano Karno.
Menurut Rano, BUMD tidak hanya memiliki tanggung jawab menciptakan kinerja bisnis yang sehat, tetapi juga berperan sebagai penggerak pembangunan daerah. Optimalisasi aset diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menilai lokasi Pulomas Tower yang terhubung langsung dengan transportasi publik memiliki nilai strategis bagi pengembangan kawasan. Integrasi tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.
"Pulomas Tower merupakan salah satu wujud dari upaya tersebut. Dengan lokasinya yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Equestrian, kami berharap kawasan ini dapat berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development," jelasnya.
Rano menegaskan pembangunan Jakarta ke depan membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, BUMD, dan sektor swasta, termasuk lembaga keuangan. Skema pembiayaan kolaboratif dinilai menjadi alternatif untuk mempercepat realisasi proyek-proyek strategis tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Selain itu, ia mengingatkan seluruh pihak agar pelaksanaan proyek tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, profesionalisme, dan akuntabilitas. Menurutnya, setiap pembangunan harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global.
"Saya mengapresiasi PT Pulo Mas Jaya, PT Bank Mega Syariah, dan seluruh pihak yang telah mewujudkan kerja sama ini. Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi Jakarta," pungkasnya.
Pengembangan Pulomas Tower diharapkan menjadi salah satu contoh pemanfaatan aset daerah yang produktif melalui integrasi kawasan berbasis transportasi publik. Kehadiran proyek tersebut juga diharapkan memperkuat konektivitas, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mendukung pembangunan kawasan perkotaan yang lebih modern dan berkelanjutan di Jakarta.
- Pembiayaan Proyek
- Aset Daerah
- BUMD DKI Jakarta
- LRT Jakarta
- Wagub DKI Rano Karno
- Aset Pemprov DKI Jakarta
- Transit Oriented Development (TOD)
- Pulomas Tower
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Soroti Gejolak Afrika hingga Afghanistan, Russia-Mesir Perkuat Pemberantasan Terorisme
-
Ini Cara Naik TransJakarta dan KRL Lebih Hemat
-
Wapres AS Vance Peringatkan Israel untuk Tidak Mengkritik Kesepakatan dengan Iran
-
Wara Wiri LRT JAKARTA Meriahkan Hut Kota Jakarta ke 499
-
Portugal Ditahan Imbang Kongo 1-1, Cristiano Ronaldo Gagal Bawa Selecao Menang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.