Mahasiswa Unhas Ubah Serai dan Pandan Wangi Lawan Kutu Beras

Minggu, 02 Agu 2026, 16:30 WIB

MAKASSAR --  Tim Pharmacount Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan Rice Protection with Natural Volatile Aroma (Riceva), sebuah paper strip yang memanfaatkan minyak atsiri serai dan ekstrak pandan wangi sebagai senyawa volatil alami untuk membantu melindungi dari kutu beras.

Ketua Tim Pharmacount Unhas, Humairah Afifah dalam keterangannya di Makassar, Jumat, mengatakan keunggulan Riceva terletak pada pemanfaatan bahan alami yang aman untuk penyimpanan pangan dengan bentuk penggunaan yang sederhana dan praktis.

Ket. Foto: Tim Pharmacount Universitas Hasanuddin. — Sumber: ANTARA/HO-Unhas

"Kami berharap Riceva dapat menjadi alternatif perlindungan beras yang lebih aman, praktis, dan ramah lingkungan," ujar Humairah.

Secara ilmiah, kata dia, minyak atsiri dari serai wangi dikenal mengandung senyawa seperti sitronelal, sitronelol dan geraniol yang memiliki aroma khas serta telah banyak diteliti memiliki aktivitas sebagai penolak berbagai jenis serangga.

Sementara itu, pandan wangi menghasilkan senyawa aromatik alami yang tidak hanya memberikan aroma khas, tetapi juga berpotensi memperkuat efek pengusiran hama.

Melalui formulasi dalam bentuk paper strip, kedua bahan tersebut dirancang melepaskan senyawa volatil secara bertahap, sehingga dapat membantu menciptakan lingkungan penyimpanan yang kurang disukai kutu beras tanpa harus bersentuhan langsung dengan bahan pangan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap penggunaan pestisida nabati sebagai bagian dari sistem penyimpanan pangan yang lebih berkelanjutan.

Pemanfaatan bahan-bahan hayati lokal tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis, tetapi juga membuka peluang hilirisasi komoditas pertanian Indonesia menjadi produk bernilai tambah.

Menurut Humairah, Riceva dirancang agar dapat digunakan secara luas, mulai dari rumah tangga, mahasiswa yang tinggal di kos, pelaku UMKM pangan, hingga toko beras dan sembako.

Bentuk paper strip membuat produk mudah ditempatkan di dalam wadah penyimpanan tanpa memerlukan perlakuan khusus. Meski demikian, pengembangan inovasi berbasis sains tidak berhenti pada tahap perancangan konsep.

Untuk memastikan efektivitas dan keamanan produk, Tim Pharmacount merencanakan pembuatan prototipe, pengujian kemampuan paper strip dalam menghambat serangan kutu beras, serta penyempurnaan model bisnis sebelum diimplementasikan secara lebih luas.

Proses lahirnya Riceva juga menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. Humairah menjelaskan bahwa tim melakukan studi literatur, analisis pasar, penyusunan model bisnis, hingga analisis kelayakan usaha.

"Tantangan terbesar adalah mengintegrasikan aspek kesehatan, inovasi produk dan strategi bisnis ke dalam satu proposal yang komprehensif," ujarnya.

Kolaborasi antara mahasiswa Farmasi dan Akuntansi, katanya, menjadi kekuatan utama dalam menyusun solusi yang tidak hanya layak secara ilmiah, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk komersial.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.