Reruntuhan Dinding Bata yang Jadi Surga Fotografi
Jumat, 10 Jul 2026, 07:32 WIBBAGI para pecinta perjalanan lintas waktu dan fotografi, kawasan Banten Lama selalu punya cerita yang tidak ada habisnya. Selain Masjid Agung Banten yang ikonik dengan menara mirip mercusuarnya, ada satu sudut yang menawarkan atmosfer berbeda sebuah perpaduan antara reruntuhan kuno yang dramatis, ketenangan, dan sisa-sisa arsitektur Eropa abad ke-17. Tempat itu adalah Benteng Speelwijk.
Terletak di Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, benteng ini kini bermutasi dari sebuah kompleks militer yang ditakuti di masa lalu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling fotogenik di Provinsi Banten.
Begitu melangkah memasuki kawasan benteng, wisatawan akan langsung disambut oleh hamparan dinding bata merah tebal yang dilapisi batu kapur putih yang mulai mengelupas. Alih-alih terkesan menyeramkan, tekstur dinding tua yang sebagian telah ditumbuhi lumut hijau dan akar pohon ini justru memberikan kesan klasik yang sangat kuat.
Bagi para pemburu visual atau konten kreator, setiap sudut Benteng Speelwijk adalah kanvas yang sempurna. Lengkungan Dinding Eksotis di benteng ini adalah sisa-sisa lorong dan pintu melengkung khas arsitektur benteng Eropa memberikan dimensi kedalaman yang luar biasa untuk foto potret (portrait).
Di sini akan menemui efek Chiaroscuro alami. Disarankan untuk datang  pada pagi (pukul 07.00 - 09.00) atau sore hari (pukul 15.30 - 17.00). Pendar cahaya matahari yang menerobos celah-celah reruntuhan akan menghasilkan bayangan dramatis yang sangat dicari para fotografer.
Benteng Speelwijk menawarkan suasana yang tenang. Berbeda dengan kompleks Masjid Agung yang riuh oleh para peziarah, atmosfer bangunan ini relatif lebih tenang dan syahdu, memberikan ruang bagi pengunjung untuk benar-benar menikmati suasana.
Menjelajah Labirin Militer Masa Lalu
Berkunjung ke sini tidak lengkap tanpa sedikit berimajinasi. Sembari berjalan menyusuri area dalam benteng, wisatawan bisa melihat fondasi-fondasi bangunan besar. Dahulu, di atas tanah yang dipijak ini berdiri barak-barak prajurit Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), gudang senjata, penjara bawah tanah, hingga rumah dinas para perwira Belanda.
Di beberapa sudut benteng, pengunjung masih bisa menaiki sisa bastion, pos intai tempat moncong meriam dahulu diarahkan ke laut atau ke arah daratan untuk memantau pergerakan pasukan Kesultanan Banten. Berdiri di atas bastion ini sambil merasakan angin sepoi-sepoi dari arah pantai memberikan sensasi petualangan yang unik.
Tak jauh dari bangunan utama benteng, wisatawan juga bisa berjalan sedikit menuju Kompleks Makam Belanda Kuno (Kerkhof). Batu-batu nisan besar dengan ukiran tulisan bahasa Belanda kuno dan lambang-lambang keluarga Eropa masa lalu yang masih terawat menambah kental atmosfer gothic dan historis di tempat ini.
Salah satu keuntungan terbesar berwisata ke Benteng Speelwijk adalah lokasinya yang berada di dalam kawasan cagar budaya Banten Lama. Hanya dalam radius beberapa kilometer saja, wisatawan bisa merancang wisata satu hari.
Setelah puas berfoto di benteng, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan, hingga melihat kerukunan budaya masa lalu di Vihara Avalokitesvara, salah satu vihara tertua di Indonesia yang letaknya bertetangga dengan benteng. hay
- Destinasi Wisata
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Nelayan di Bontang Kembangkan Keramba Apung Jadi Destinasi Wisata
-
Lamine Yamal Bertekad Bersinar di Piala Dunia
-
Pemkab Padang Pariaman Perkuat Kompetensi ASN untuk Wujudkan Pengadaan Transparan
-
Libur Panjang Mei 2026, Ancol Bidik 110 Ribu Wisatawan hingga 17 Mei
-
5 Tempat Wisata 'Wellness" di Bhutan, Pilihan Pas Jika Ingin Pulihkan Kesehatan Fisik maupun Mental
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.