Pertamina Dorong UMKM Naik Kelas lewat Bright Store Jakarta Fair 2026

Kamis, 09 Jul 2026, 08:35 WIB

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mendorong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Bright Store di Jakarta Fair 2026 dengan memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, serta menciptakan dampak ekonomi berantai berkelanjutan.

"Melalui Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, kami ingin menunjukkan bahwa kreativitas, produk layanan Pertamina, dan pemberdayaan UMKM dapat berjalan beriringan," kata VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, dalam keterangan di Jakarta, Kamis (09/7).

Ket. Foto: Seorang pekerja menyelesaikan proses produksi tas karakter berbentuk tabung Bright Gas 5 kg di workshop UMKM binaan Pertamina. — Sumber: ANTARA

Menurutnya, kehadiran Booth Bright Store by Pertamina di Jakarta Fair 2026, JIExpo Kemayoran, menjadi salah satu bentuk dukungan Pertamina dalam mendorong produk UMKM agar semakin dikenal luas, berdaya saing, dan mampu naik kelas.

Salah satu produk yang mencuri perhatian pengunjung adalah “Tas Karakter Eksklusif” berbentuk tabung Bright Gas 5 kg warna fuchsia. Produk kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi ikon baru yang viral di media sosial, tetapi juga diburu konsumen hingga memicu fenomena jasa titip atau jastip selama gelaran Jakarta Fair 2026.

Ia menyampaikan antusiasme masyarakat terhadap tas karakter Bright Gas menunjukkan aktivasi promosi perusahaan dapat dikembangkan menjadi ruang kolaborasi yang berdampak lebih luas.

Menurutnya, produk yang viral di Jakarta Fair tersebut bukan hanya memperkuat kedekatan Pertamina dengan konsumen, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi UMKM binaan yang terlibat di dalamnya.

“Pertamina terus mendorong agar setiap aktivasi brand tidak hanya berhenti pada aspek promosi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Dia mengatakan tas karakter Bright Gas yang mendapat respons sangat positif dari masyarakat menjadi contoh bagaimana produk promosi dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM binaan untuk memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Baron menambahkan, pelibatan UMKM dalam rantai pasok Bright Store by Pertamina merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk menciptakan nilai tambah dari hulu hingga hilir.

Tidak hanya melalui produk tas yang diproduksi UMKM binaan, tetapi juga melalui keterlibatan UMKM pangan lokal sebagai bagian dari isi paket yang diterima konsumen.

Ia berharap ketika satu produk menjadi viral, dampaknya tidak berhenti pada peningkatan transaksi, tetapi juga bergerak ke peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan kapasitas usaha.

Adapun tas karakter Bright Gas tersebut diproduksi oleh PT Glory Nine Degrees, UMKM lokal asal Kota Bandung yang merupakan mitra binaan Small Medium Enterprise & Partnership Program (SMEPP) PT Pertamina (Persero) dan Pertamina Foundation.

Tingginya antusiasme pasar terhadap produk tersebut membuat pesanan melonjak hingga mendorong penambahan kuota produksi sekitar 10 persen dari perencanaan awal.

Founder PT Glory Nine Degrees, Sandiani, mengungkapkan proyek kolaborasi bersama Pertamina memberikan dampak besar terhadap aktivitas produksi dan penyerapan tenaga kerja di sekitar workshop mereka.

Untuk menjaga ketersediaan stok, operasional produksi ditingkatkan menjadi 18 jam sehari yang dibagi ke dalam dua shift kerja.

“Proyek ini membuat para tetangga sekitar workshop yang tadinya kurang produktif kini bisa memiliki penghasilan. Bahkan, anak-anak usia SMA yang sedang libur sekolah kami libatkan di bagian finishing dan packaging," kata Sandiani.

Tidak hanya mendorong pertumbuhan produksi tas, viralnya paket Bright Store by Pertamina juga membuka peluang bagi UMKM lain yang terlibat dalam rantai pasok.

Salah satunya Susnukuma, produsen kue sus kering eksklusif asal Kota Bandung yang produknya terpilih menjadi salah satu isian camilan lokal unggulan di dalam paket tas Bright Gas tersebut.

Owner Susnukuma, Aniasuti, mengatakan pesanan dalam jumlah besar untuk kebutuhan Jakarta Fair 2026 menjadi peluang penting bagi usaha yang telah dirintisnya sejak 2011 dan fokus pada produk sus kering sejak 2016.

Saat ini, Susnukuma didukung oleh enam orang karyawan tetap yang seluruhnya merupakan warga sekitar, terutama ibu rumah tangga, orang tua tunggal, serta remaja lulusan baru SMA.

“Di saat pesanan melonjak tinggi, kami bahkan mampu menyerap hingga 20 orang ibu-ibu sebagai tenaga kerja musiman dari lingkungan sekitar rumah,” tutur Aniasuti.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.