Partikel “Hantu” yang Membawa Rahasia Inti Matahari
Kamis, 09 Jul 2026, 07:28 WIBSETIAPÂ detik, miliaran neutrino dari Matahari menembus tubuh manusia dan Bumi tanpa meninggalkan jejak. Bagi para ilmuwan, partikel misterius yang dijuluki âpartikel hantuâ ini adalah kunci penting untuk memahami bagaimana bintang menghasilkan energi.
Misi satelit mini CubeSat SNAPPY yang kini menguji detektor neutrino di orbit Bumi menjadi sorotan besar karena mencoba menangkap objek paling sulit dideteksi di alam semesta ini. Banyak yang mengira cahaya Matahari mencerminkan kondisi intinya saat ini. Faktanya, foton (partikel cahaya) yang dihasilkan dari reaksi fusi nuklir di inti Matahari harus bertabrakan dengan miliaran materi di dalamnya terlebih dahulu.
Akibatnya, cahaya membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan ribu tahun untuk bisa keluar ke permukaan dan memancar ke Bumi. Sinar Matahari yang kita lihat hari ini sebenarnya adalah informasi proses masa lalu.
Berbeda dengan cahaya, neutrino hampir tidak berinteraksi dengan materi. Sesaat setelah tercipta dari fusi nuklir, neutrino langsung melesat menembus inti Matahari dan tiba di Bumi hanya dalam waktu 8 menit. Oleh karena itu, neutrino menjadi âutusan langsungâ yang memberi gambaran mengenai apa yang terjadi di pusat pembangkit energi Matahari secara real-time.
Karena tidak memiliki muatan listrik dan massanya sangat kecil, neutrino hampir tidak pernah bertumbukan dengan atom. Ilmuwan memperkirakan neutrino bahkan bisa menembus lapisan timbal setebal hitungan tahun cahaya tanpa menabrak apa pun.
Untuk menangkapnya, ilmuwan harus membangun detektor raksasa di bawah tanahâseperti Super-Kamiokande di Jepang yang menggunakan tangki berisi 50.000 ton air guna meredam gangguan sinar kosmik Bumi. Lewat eksperimen ini, fenomena perubahan jenis neutrino (osilasi neutrino) ditemukan.
Selain dari Matahari, neutrino diproduksi oleh peristiwa dahsyat seperti ledakan supernova dan lubang hitam. Karena jalurnya tidak bisa dibelokkan atau dihambat oleh debu kosmik, neutrino mampu membawa informasi murni dari wilayah alam semesta yang tidak bisa dijangkau oleh teleskop optik, radio, maupun sinar-X. Di sinilah misi SNAPPY mengambil peran penting.
Alih-alih membuat detektor raksasa di bawah tanah, misi ini menguji detektor neutrino mini langsung di orbit bumi. Jika teknologi ini berhasil, observatorium neutrino masa depan dapat dikirim lebih dekat ke Matahari. hay
- Partikel “Hantu”
Redaktur: Haryo Brono
Penulis: Haryo Brono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.