Megawati Tegaskan Hubungan Indonesia-Timor Leste Kini Melampaui Konflik Masa Lalu
Kamis, 09 Jul 2026, 16:25 WIBJakarta - Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyatakan hubungan antara Indonesia dan Timor Leste telah melampaui sekat-sekat konflik masa lalu dan menemukan jalan peradaban baru yang kokoh, yakni mengingat tanpa mendendam dan memaafkan tanpa melupakan.
Hal tersebut disampaikan Megawati saat menyampaikan Kuliah Kepresidenan (Presidential Lecture) bertajuk "Dua Negara Merangkai Cita-Cita Bersama" di Dili, Timor Leste, Kamis (9/7).
Di hadapan Presiden José Ramos-Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmão, dan pejabat tinggi setempat, Megawati dalam keterangan diterima di Jakarta menyatakan luka sejarah di antara kedua negara kini telah berhasil diubah menjadi ikatan persaudaraan yang kuat. Hubungan erat ini ditopang oleh keberanian moral dari dua negara yang memang ditakdirkan hidup berdampingan sebagai tetangga yang setara.
Membuka kuliahnya, Megawati mengenang kembali momentum historis 24 tahun lalu, tepatnya tengah malam 20 Mei 2002 di Padang Tasitolu, saat ia menghadiri langsung upacara restorasi kemerdekaan Timor Leste selaku Presiden RI.
Megawati secara jujur membagikan pergolakan batinnya kala itu yang harus menyaksikan bendera Merah Putih diturunkan. Bendera tersebut memiliki arti emosional mendalam karena dijahit pertama kali oleh ibundanya, Ibu Fatmawati.
Meskipun banyak pihak di masa itu mempertanyakan kehadirannya dan menganggapnya sebagai malam perpisahan, Megawati menegaskan pandangan sebaliknya.
"Selama 24 tahun saya menyimpan rapat jawaban itu. Peristiwa itu bukanlah tragedi perpisahan. Malam itu menjadi saksi lahirnya Timor Leste sebagai saudara Indonesia. Itulah makna rekonsiliasi sejati," ungkap Megawati.
Dalam kuliahnya yang berlangsung dinamis dan penuh penekanan spontan, dia memadatkan sejumlah isu krusial bagi masa depan kedua negara.
Megawati memotivasi kaum perempuan Timor Leste untuk tidak takut masuk ke ruang pengambilan keputusan. Dia juga menekankan bahwa konstitusi menjamin kesetaraan hak hukum.
"Tuhan memberikan kekuatan biologis dan mental yang luar biasa kepada perempuan. Perempuan tidak hanya melahirkan anak manusia, tetapi juga melahirkan dan membesarkan bangsa," ucapnya.
Megawati juga memperingatkan Timor Leste agar mulai merancang Undang-Undang ketat terkait penyalahgunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Ia menceritakan anekdot filosofis kemanusiaan saat menyampaikan kuliah di Rusia, serta pengalaman pribadinya di Indonesia yang menjadi korban manipulasi wajah oleh oknum iklan menggunakan teknologi AI.
Selanjutnya, Megawati bicara soal koridor strategis ekonomi. Selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Megawati menawarkan kerja sama riset dengan Presiden Ramos-Horta dan PM Xanana untuk membangun kawasan pertumbuhan ekonomi bersama di koridor Nusa Tenggara Timur (NTT), Dili, dan Papua.
Lewat kuliah itu, dia juga menawarkan kerja sama kepartaian, yakni program kaderisasi dan pelatihan kepemimpinan bersama antara PDI Perjuangan dengan partai politik di Timor Leste. Hal itu guna menyalurkan sistem manajemen partai berbasis kedisiplinan organisasi.
Menutup kuliah kepresidenannya, Megawati mengingatkan bahwa sejarah tidak membuka jendelanya untuk selamanya. Ia menitipkan pesan mendalam kepada generasi muda Indonesia dan Timor Leste agar tidak membiarkan hubungan persaudaraan ini hanya hidup sebagai kenangan para orang tua belaka.
Megawati mendorong pelembagaan hubungan persaudaraan ini secara konkret melalui percepatan tuntasnya perjanjian perbatasan yang adil, program pertukaran mahasiswa dan guru serta optimalisasi kerja sama di dalam kerangka ASEAN, di mana kini Timor Leste telah berdiri sebagai anggota tetap dengan dukungan penuh dari Indonesia.
"Dari Dili, kota para pejuang, marilah kita kabarkan kepada dunia bahwa meski kini kita hadir sebagai dua negara, namun kita disatukan oleh cita-cita bersama membangun jalan peradaban bagi dunia. Merdeka!" kata Megawati.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mantan Pemain Voli Jakarta Bhayangkara Presisi Mati Otak Pascakolaps, Tapi Masih Hidup
-
Menkum Pastikan Negara Jamin Keselamatan WNI yang Ditangkap Israel
-
Peluncuran Buku Spirit Kemanusiaan oleh Megawati Soekarnoputri
-
Relaksasi PBB 2026, Pemkab Bogor Pilih Jaga Ekonomi Lokal
-
Arsenal Akhiri Dominasi Panjang Manchester City
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.