Prancis Hadapi Misi Balas Dendam Maroko

Rabu, 08 Jul 2026, 06:52 WIB

BOSTON - Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko di Boston Stadium, Jumat (10/7) dini hari WIB kembali mempertemukan dua tim yang pernah terlibat duel emosional di semifinal Piala Dunia 2022. Saat itu Les Bleus menutup harapan Atlas Lions dengan kemenangan 2-0.

Kini Maroko datang membawa misi balas dendam sekaligus membuktikan bahwa keberhasilan mereka menembus empat besar empat tahun lalu bukanlah kebetulan. Di atas kertas Prancis masih menjadi favorit. Skuad asuhan Didier Deschamps tampil sangat meyakinkan sejak fase grup dengan menyapu bersih tiga kemenangan atas Senegal Irak dan Norwegia.

Ket. Foto: Kiper Prancis Brice Samba dan penyerang Prancis Ousmane Dembele mengikuti sesi latihan di Universitas Bentley di Waltham, dekat Boston, pada 6 Juli 2026, selama turnamen sepak bola Piala Dunia 2026. — Sumber: FRANCK FIFE / AFP

Dominasi itu berlanjut ketika menyingkirkan Swedia di babak 32 besar sebelum mengatasi perlawanan keras Paraguay melalui gol penalti Kylian Mbappe di babak 16 besar. Namun kemenangan tipis atas Paraguay menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju gelar tidak selalu ditentukan oleh permainan indah. Prancis juga dituntut mampu bertahan dalam tekanan. Asisten pelatih Guy Stephan menilai pertandingan tersebut justru menunjukkan kedewasaan timnya.

“Kami belum pernah memainkan pertandingan seperti itu. Laga seperti ini memberi jawaban tentang kemampuan para pemain menghadapi situasi sulit. Semua tetap tenang ketika keadaan bisa saja menjadi buruk. Itu tanda kedewasaan yang sesungguhnya,” tuturnya.

Secara taktik Prancis tetap mengandalkan kekuatan lini depan yang sangat eksplosif. Kecepatan Mbappe dipadukan kreativitas Ousmane Dembele dan kecerdikan Michael Olise menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan. Kehadiran Bradley Barcola juga membuat variasi serangan semakin sulit ditebak sehingga fokus lawan tidak hanya tertuju kepada tiga bintang utama tersebut.

Meski demikian, Deschamps kemungkinan akan meminta anak asuhnya bermain lebih sabar. Maroko dikenal memiliki organisasi pertahanan yang rapat serta disiplin dalam melakukan transisi. Memaksakan tempo tinggi sejak awal justru berpotensi membuka ruang serangan balik yang menjadi kekuatan Atlas Lions.

Di kubu Maroko kepercayaan diri tumbuh setelah melalui perjalanan yang lebih berliku. Mereka membuka turnamen dengan hasil imbang melawan Brasil sebelum mengalahkan Skotlandia dan Haiti untuk lolos dari fase grup. Mental pantang menyerah juga terlihat saat menyingkirkan Belanda melalui adu penalti setelah menyamakan kedudukan pada menit akhir. Momentum itu diteruskan dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas tuan rumah bersama Kanada berkat dua gol Azzedine Ounahi dan satu gol Soufiane Rahimi.

Pelatih Mohamed Ouahbi berhasil membangun tim yang tidak hanya tangguh bertahan tetapi juga efektif memanfaatkan peluang. Ounahi menjadi motor permainan dari lini tengah sementara Rahimi menghadirkan ancaman melalui kecepatan dan penyelesaian akhirnya. Kedisiplinan kolektif tetap menjadi identitas utama Maroko sebagaimana mereka tunjukkan pada Piala Dunia sebelumnya.

Kunci pertandingan diperkirakan berada di sektor tengah. Jika Prancis mampu menguasai aliran bola dan memaksa Maroko bertahan terlalu dalam maka peluang Les Bleus untuk menciptakan banyak peluang akan terbuka. Sebaliknya bila Maroko berhasil memutus distribusi bola menuju Mbappe dan Dembele serta memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan Prancis maka peluang menciptakan kejutan semakin besar.

Pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia masih membekas. Di semifinal 2022 Theo Hernandez membawa Prancis unggul cepat sebelum Randal Kolo Muani memastikan kemenangan 2-0. Kekalahan itu memang menyakitkan tetapi juga menjadi fondasi kepercayaan diri Maroko sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia.

Peluang Terakhir

Bagi Prancis pertandingan ini juga memiliki makna lebih dalam. Turnamen ini merupakan kesempatan terakhir Didier Deschamps memimpin Les Bleus setelah memastikan akan mengakhiri masa jabatannya usai Piala Dunia 2026. Selama menangani tim nasional dia telah mengubah Prancis menjadi kekuatan utama sepak bola dunia dengan dua gelar Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih serta konsistensi membawa tim melaju jauh di setiap edisi.

Kapten Prancis Kylian Mbappe menegaskan target timnya bukan sekadar lolos ke semifinal tetapi juga memberikan perpisahan terbaik bagi sang pelatih. “Cara terbaik memberi penghormatan kepada Deschamps adalah memenangkan turnamen ini karena dia mencintai kemenangan. Kami akan melakukan segalanya agar dia mendapatkan Piala Dunia terbaik,” ungkapnya.

Laga ini pada akhirnya menjadi benturan dua filosofi. Prancis menawarkan kualitas individu kelas dunia dan daya ledak menyerang. Maroko mengandalkan kolektivitas disiplin bertahan serta semangat untuk membalas kegagalan empat tahun silam. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Prancis 4-2-3-1

Maignan

Kounde, Upamecano, Saliba, Digne

Kone, Rabiot

Olise, Dembele, Barcola

Mbappe

Maroko 4-2-3-1

Bounou

Hakimi, Diop, Halhal, Mazraoui

Bouaddi, El Aynaoui

Diaz, Ounahi, El Khannouss

Rahimi

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.