- Home
-
- Luar Negeri
-
- Populasi Menyusut Justru D...
Populasi Menyusut Justru Dongkrak Produktivitas Ekonomi
Rabu, 08 Jul 2026, 01:30 WIBMassachusetts, Amerika Serikat â Penurunan angka kelahiran yang terjadi di berbagai negara selama beberapa dekade terakhir kerap dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi akibat menyusutnya jumlah tenaga kerja. Namun, sebuah penelitian terbaru justru menunjukkan temuan yang berlawanan.
Dilansir dari The Straits Times, studi yang dilakukan peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2024, Daron Acemoglu, bersama David Autor, Keelan Beirne, dan Andrew Scott menyimpulkan bahwa populasi yang menua dan menyusut justru secara historis mampu meningkatkan produktivitas ekonomi per pekerja tanpa menekan produk domestik bruto (PDB) secara keseluruhan.
Penelitian yang dipublikasikan melalui National Bureau of Economic Research (NBER) itu menemukan bahwa perusahaan dan pekerja cenderung memanfaatkan teknologi untuk mengimbangi berkurangnya jumlah tenaga kerja. Akibatnya, produktivitas setiap pekerja meningkat.
"Temuan kami menantang pandangan pesimistis yang selama ini berkembang. Penurunan angka kelahiran serta populasi yang menua dan menyusut justru meningkatkan PDB per pekerja, bukan menurunkannya," tulis para peneliti.
Mereka menambahkan bahwa peningkatan produktivitas tersebut cukup besar untuk sepenuhnya mengimbangi dampak negatif dari penurunan jumlah penduduk, sehingga secara keseluruhan PDB tetap relatif stabil.
Menurut penelitian tersebut, angka kelahiran telah menurun di seluruh benua dalam 70 tahun terakhir. Secara global, tingkat kelahiran turun dari 3,78 anak per perempuan pada 1950 menjadi 1,71 pada 2025.
Meski demikian, setiap penurunan satu poin persentase angka kelahiran dikaitkan dengan kenaikan sekitar 26,8 persen pada PDB per pekerja.
Tenaga Kerja
Para peneliti juga menemukan bahwa negara-negara dengan angka kelahiran yang menurun cenderung mengalami peningkatan produktivitas total, akumulasi modal yang lebih besar, pergeseran menuju ekspor industri berteknologi tinggi, serta meningkatnya inovasi berupa paten teknologi yang menghemat penggunaan tenaga kerja.
Di Amerika Serikat, misalnya, penurunan angka kelahiran diikuti oleh perpindahan tenaga kerja ke sektor industri berteknologi tinggi serta meningkatnya jumlah paten untuk inovasi yang mampu mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
KPK: Aura Kasih Berpeluang Dipanggil Terkait Pengusutan Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri
-
Cianjur Berlakukan Sejumlah Rekayasa Lalin, Pengendara Diminta Mempertahikan
-
Proyek Rp2,79 Triliun, Pemprov Sumbar Kebut Pembebasan Lahan Fly Over Sitinjau Lauik
-
Arsenal Mengatasi Burnley, Manchester City Tertekan dalam Perebutan Gelar Liga Inggris
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.