Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Dukung Penguatan Program Wajib Belajar 13 Tahun

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 12:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah Dukung Penguatan Program Wajib Belajar 13 Tahun Doc: ANTARA
Ket. Para Bunda PAUD saat mengikuti kegiatan sosialisasi wajib belajar 13 tahun yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB di Lombok Tengah, Rabu (8/7/2026)

LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan sosialisasi wajib belajar 13 tahun dalam mendukung penguatan program pemerintah guna memenuhi hak setiap anak mendapatkan layanan pendidikan secara merata dan berkeadilan.

"Ini program pemerintah dalam mewujudkan generasi emas, sehingga harus dikawal guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kebijakan wajib belajar 13 tahun," kata Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, saat membuka acara sosialisasi tersebut di Lombok Tengah, Rabu (08/7).

Ia mengatakan program pemerintah ini dilaksanakan di seluruh Indonesia, sehingga kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat atau peserta didik maupun tenaga pendidikan.

Oleh karena itu, pemerintahan daerah melibatkan para bunda PAUD (pendidikan anak usia dini) yang ada di semua kecamatan, agar dapat memberikan edukasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Idham Khalid mengatakan pemerintah secara resmi telah mendorong implementasi wajib belajar 13 Tahun, yang mencakup 1 tahun pendidikan prasekolah (PAUD) sebelum anak memasuki jenjang sekolah dasar.

"Kebijakan ini bukanlah sebuah beban tambahan, melainkan bentuk nyata komitmen negara dan kehadiran pemerintah dalam memenuhi hak setiap anak untuk mendapatkan layanan pendidikan secara merata dan berkeadilan," katanya.

Ia mengatakan periode usia 5 hingga 6 tahun adalah fase golden age atau masa keemasan perkembangan anak. Pada masa ini, yang terpenting bukanlah membebani anak dengan kemampuan membaca atau berhitung, melainkan membangun fondasi karakter, sikap, dan kemampuan bersosialisasi yang kuat.

"Melalui program wajib belajar prasekolah ini, kami bersama-sama memastikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, mendapatkan kesiapan bersekolah yang maksimal," katanya.

"Kami berkolaborasi dengan Bunda PAUD untuk mendukung program pemerintah wajib belajar 13 tahun di Lombok Tengah" katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.