Menanti Data IKK, 8 Juli 2026

Rabu, 08 Jul 2026, 08:20 WIB

JAKARTA – Pergerakan rupiah yang diperkirakan fluktuatif mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah minim nya katalis jangka pendek.

Fokus investor kini tertuju pada rilis data penjualan ritel dan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), yang akan menjadi indikator penting untuk menilai kekuatan permintaan domestik dan prospek pertumbuhan ekonomi.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat peluang penguatan tertutup apabila hasil survei keperca yaan konsumen yang dijadwalkan rilis pada siang hari menunjukkan hasil yang tak sesuai ekspektasi pasar.

Karena nya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (8/6), bergerak di kisaran 17.950-18.050 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Selasa (7/7) sore, menguat 15 poin atau 0,08 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.980 rupiah per dollar AS.

“Rupiah menguat merespons data cadangan devisa (cadev) yang naik untuk pertama kali dalam 6 bulan,” ucap Lukman di Jakarta.

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadev Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dollar AS, naik tipis sebesar 700 juta dollar AS dari posisi akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dollar AS.

Perkembangan posisi cadangan devisa pada Juni 2026 terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa.

Di sisi lain, perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

  • indonesia rupiah
  • kurs rupiah

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.