3 Tewas dan 38 Santri Masih dalam Pencarian Akibat Runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny Di Jawa Timur
Selasa, 30 Sep 2025, 18:45 WIBJAKARTA â Tragedi menimpa sebuah pondok pesantren di Jawa Timur ketika sebuah bangunan sekolah berasrama ambruk pada Selasa siang. Dalam insiden tersebut, tiga orang dilaporkan tewas dan 38 santri lainnya masih dinyatakan hilang.
Ratusan santri diketahui sedang berkumpul untuk melaksanakan salat ketika tiba-tiba aula salat runtuh menimpa mereka. Tim penyelamat bergegas ke lokasi untuk mengevakuasi puluhan santri yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 102 orang berhasil diselamatkan dalam operasi darurat ini. Namun, salah satu dari korban yang dievakuasi kemudian meninggal dunia akibat luka serius.
Selain korban meninggal, setidaknya 77 orang mengalami luka-luka dengan kondisi yang bervariasi. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Operasi penyelamatan berlangsung lambat karena sebagian struktur bangunan yang runtuh masih belum stabil. Kondisi ini membuat tim sulit menggunakan alat berat secara maksimal untuk mengangkat puing-puing beton.
Pihak berwenang setempat menegaskan bahwa hingga Selasa malam, tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden ini. Jumlah korban kemungkinan masih bisa bertambah seiring pencarian yang terus dilakukan.
BNPB menduga penyebab utama ambruknya gedung tersebut adalah masalah teknis dalam pembangunan. Beton baru yang dituang pada hari kejadian diduga tidak ditopang oleh fondasi bangunan yang kuat.
âGedung itu baru saja menjalani pengecoran atap untuk perluasan,â ujar Kepala Sekolah Pondok Pesantren Al Khoziny, Raden Abdus Salam Mujib. âKami menduga strukturnya tidak mampu menahan beban tersebut.â
Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa bencana ini bukan karena faktor alam, melainkan akibat kegagalan konstruksi. Beton segar yang belum mengering sempurna diperkirakan memberi tekanan berlebihan pada struktur lama.
Juru bicara BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa insiden ini termasuk dalam kategori bencana teknologi. Ia menilai pengawasan pembangunan di sektor pendidikan, khususnya pesantren, harus diperketat.
âIni adalah bencana kegagalan teknologi,â tegas Abdul Muhari. âKami menyerukan agar ada pengawasan yang lebih ketat dalam pembangunan sekolah di Indonesia.â
Tragedi ini memunculkan keprihatinan mendalam di tengah masyarakat. Banyak yang menyoroti lemahnya standar keamanan bangunan yang digunakan untuk pendidikan anak-anak.
Proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, BNPB, dan relawan setempat. Mereka bekerja siang dan malam meski terhambat kondisi bangunan yang rawan roboh kembali.
Di lokasi, suasana haru menyelimuti keluarga korban yang menanti kabar sanak saudara mereka. Tangis dan doa terdengar di sekitar reruntuhan bangunan yang kini dijaga ketat aparat kepolisian.
Pemerintah daerah berjanji akan memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban. Selain itu, investigasi mendalam segera dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dan siapa pihak yang bertanggung jawab.
Kejadian ini menjadi peringatan serius akan pentingnya aspek keselamatan dalam pembangunan sekolah. Apalagi, ribuan pesantren di Indonesia masih mengandalkan gedung dengan kualitas konstruksi sederhana.
Dengan masih banyaknya korban yang belum ditemukan, operasi penyelamatan diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Tim terus berusaha membuka akses ke bagian gedung yang tertutup puing tebal.
Hingga kini, harapan untuk menemukan santri yang selamat masih terus dijaga. Setiap detik sangat berharga bagi tim penyelamat yang berupaya sekuat tenaga menyelamatkan nyawa para korban.
- Jawa Timur
- evakuasi korban
- Bangunan musala ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Ligue 1 Prancis: Monaco Tumbangkan PSG Jelang Duel Krusial Liga Champions Kontra Chelsea
-
Tol Belmera Mulai Ramai, Puluhan Ribu Kendaraan Masuk Medan
-
Meksiko Rusuh Pasca-pembunuhan Gembong Narkoba, AS-Kanada Keluarkan Travel Warning
-
Angkutan Lebaran Berjalan Sukses di Seluruh Bandara InJourney Airports, Ini 5 Indikatornya
-
PLN Sumut Siapkan 113 SPKLU Penuhi Kebutuhan Pemudik Lebaran 2026
-
Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
-
Tak Diatur Regulasi, Pemprov Gorontalo Tetap Bayarkan THR bagi PPPK Paruh Waktu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.