Menkeu Purbaya Laporkan Pendapatan APBN Semester 1-2026 Capai 46,3 Persen

Selasa, 07 Jul 2026, 16:30 WIB

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara telah terhimpun Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun.

“Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun yang telah mencapai 46,3 persen dari target APBN, tumbuh 21,4 persen year-on-year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa (7/7).

Ket. Foto: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa — Sumber: antara foto

Kinerja pendapatan negara ditopang oleh peningkatan aktivitas ekonomi, pengawasan dan tata kelola pajak dan bea cukai, serta peningkatan layanan kementerian/lembaga (K/L) dan badan layanan umum (BLU).

Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target Rp2.693,7 triliun. Rinciannya, penerimaan pajak terkumpul sebesar Rp1.035,7 triliun (43,9 persen dari target Rp2.357,7 triliun) serta kepabeanan dan cukai Rp152 triliun (45,2 persen dari target Rp336 triliun).

“Jadi, reformasi perpajakan dan organisasi perpajakan sudah memberikan hasil yang cukup menjanjikan. Ke depannya akan terus membaik,” ujarnya.

Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp271 triliun atau 59 persen dari target Rp459,2 triliun.

Di sisi lain, belanja negara terealisasi sebesar Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari target Rp3.842,7 triliun, tumbuh sebesar 17,8 persen (yoy).

Belanja pemerintah pusat telah tersalurkan sebanyak Rp1.298,6 triliun atau 41,2 persen dari target Rp3.149,7 triliun.

Pada sisi belanja K/L, realisasi tercatat sebesar Rp658,9 triliun atau 43,6 persen dari target Rp1.510,5 triliun. Sedangkan belanja non-K/L terealisasi Rp639,7 triliun atau 39 persen dari target Rp1.639,2 triliun.

Adapun penyaluran transfer ke daerah tercatat sebesar Rp357,4 persen atau 51,6 persen dari target Rp693 triliun.

“Itu merupakan hasil dari upaya kami untuk memastikan belanja negara terjadi lebih merata sepanjang tahun. Kinerja belanja ditujukan untuk mendorong perekonomian lebih tinggi, mendukung agenda pembangunan, dan program prioritas nasional,” tambah Purbaya.

Dengan kinerja itu, APBN mengalami defisit sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sedangkan keseimbangan primer mengalami surplus sebesar Rp85,1 triliun.

“Kondisi tersebut mencerminkan bahwa defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman dan terkendali,” tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.