Peluang Melemah Terbuka, 6 Juli 2026

Senin, 06 Jul 2026, 08:30 WIB

JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali berada dibawah tekanan pada awal pekan seiring perpaduan sentimen global dan domestik yang memengaruhi arah pergerakan pasar.

Di tengah ketidakpastian eksternal serta dinamika ekonomi dalam negeri, pelaku pasar cenderung bersikap lebih berhati-hati sehingga volatilitas nilai tukar diperkirakan masih tetap tinggi dalam jangka pendek.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi melihat pelaku pa sar terus mencermati perkembangan kebijakan moneter The Fed, dinamika geopolitik di Timur Tengah, serta kon disi fundamental ekonomi Indonesia.

Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (6/7), bergerak fluktuatif di kisaran 17.850-18.100 rupiah per dollar AS.

Hingga 3 Juli 2026, kurs rupiah terhadap dollar AS me lemah melemah 1.192 atau sekitar 7,11 persen dari perda gangan akhir tahun lalu di level 16.771.

Dalam penutupan Jumat (3/7) sore, kurs rupiah terhadap dollar AS menguat 32 poin atau 0,18 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.963 rupiah per dollar AS.

Ibrahim menilai penguatan rupiah dipengaruhi sinyal positif negosiasi antara Iran dengan AS.

“Investor terus memantau negosiasi antara Washington dan Teheran se telah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia percaya Iran telah ‘menyetujui hampir semua yang kita butuhkan,’ menandakan kepercayaan bahwa diskusi bergerak ke arah yang benar,” ungkapnya di Jakarta.

Kendati begitu, lanjutnya, Wall Street Journal melapor kan bahwa Teheran telah menolak proposal untuk me lepaskan klaimnya atas Selat Hormuz sebagai imbalan atas pelepasan miliaran dollar dana Iran yang dibekukan.

La poran tersebut mengatakan Washington telah menawarkan insentif keuangan, termasuk akses ke aset yang dibekukan, untuk mengamankan jalur tanpa batasan melalui jalur air strategis tersebut, meskipun Iran sejauh ini telah menolak proposal tersebut.

Sinyal yang beragam disebut membuat risiko geopolitik tetap menjadi perhatian para pedagang, bahkan ketika ke khawatiran akan gangguan langsung terhadap pasokan mi nyak mentah Teluk terus mereda.

“Pasar kini mengamati perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi AS-Iran, arus minyak mentah Teluk, dan tanda-tanda pemulihan permin taan setelah libur akhir pekan AS untuk mendapatkan arah baru bagi harga minyak,” ujar Ibrahim.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.