Pakai Energi Surya, KAI Purwokerto Hemat Listrik hingga 20 Persen

Senin, 06 Jul 2026, 14:35 WIB

PURWOKERTO – Efisiensi penggunaan energi listrik konvensional di fasilitas umum menjadi langkah strategis untuk menekan biaya operasional sekaligus mengurangi pemborosan energi.

Optimalisasi melalui penggunaan peralatan hemat energi, pengaturan waktu operasional, hingga sistem manajemen energi yang lebih baik dapat memberikan penghematan signifikan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

Ket. Foto: Panel surya terpasang di atap Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/7/2026), untuk digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga surya. — Sumber: ANTARA/ HO-KAI Purwokerto

Upaya ini juga menjadi fondasi penting dalam mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan di sektor publik.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menilai pemanfaatan energi surya di empat stasiun mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik konvensional hingga kisaran 20 persen sekaligus mendukung operasional transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As'ad Habibuddin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/7), mengatakan pemasangan panel surya untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Pemanfaatan energi surya juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi gas rumah kaca secara berkelanjutan,” katanya.

Ia mengatakan PLTS telah dioperasikan di Stasiun Purwokerto, Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kroya, dan Stasiun Cilacap sejak 2023 sebagai bagian dari transformasi KAI dalam mewujudkan operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Menurut dia, KAI Purwokerto berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem bisnis yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Melalui pemanfaatan energi surya yang melimpah, perusahaan turut berkontribusi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca serta mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan sistem PLTS yang digunakan merupakan sistem on grid, yaitu terhubung langsung dengan jaringan listrik tanpa memerlukan baterai.

Menurut dia, sistem tersebut dinilai efektif dan efisien untuk lokasi yang telah memiliki jaringan listrik stabil seperti stasiun kereta api.

Selain mendukung aspek keberlanjutan lingkungan, kata dia, penggunaan PLTS juga berdampak pada peningkatan efisiensi energi.

“Secara umum, implementasi PLTS di wilayah KAI Purwokerto mampu menghemat penggunaan energi listrik hingga kisaran 20 persen, sehingga operasional menjadi lebih optimal,” katanya.

Ia mengatakan total kapasitas PLTS yang telah terpasang di wilayah KAI Purwokerto mencapai 96,3 kilowatt peak (kWp).

Berdasarkan berbagai kajian teknis pemanfaatan PLTS di Indonesia, kata dia, kapasitas tersebut berpotensi menghasilkan sekitar 125 ribu hingga 144 ribu kilowatt hour (kWh) listrik bersih setiap tahun, bergantung pada tingkat penyinaran matahari dan kondisi lokasi pemasangan.

“Kapasitas terpasang tersebut juga diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon sekitar 105 hingga 125 ton karbondioksida (CO2) per tahun,” katanya.

Ia mengatakan estimasi tersebut diperoleh dari potensi produksi listrik tahunan PLTS yang dikalikan dengan faktor emisi sistem ketenagalistrikan Jawa-Madura-Bali sebagaimana ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurut dia, pemanfaatan energi surya menjadi bagian dari transformasi KAI dalam mendorong operasional yang lebih efisien sekaligus mendukung target pengurangan emisi nasional melalui penggunaan energi bersih.

"Kami akan terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan di lingkungan kerja KAI, sehingga operasional yang dijalankan tidak hanya andal, tetapi juga semakin ramah lingkungan. Kami berharap upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat," kata As'ad.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.