Dulu Kumuh, Sekarang Jadi Primadona, Intip Wajah Baru Pulau Penyengat di Kepri yang Disulap PU

Senin, 27 Apr 2026, 10:52 WIB

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menata kawasan Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Langkah ini untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menguatkan posisi pulau bersejarah itu sebagai destinasi wisata budaya Melayu.

Penataan dilakukan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Sejak 2022, program ini berjalan bertahap dan sudah menyasar area 25 hektare yang sebelumnya masuk kategori kawasan kumuh.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menata kawasan Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Langkah ini untuk memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menguatkan posisi pulau bersejarah itu sebagai destinasi wisata budaya Melayu — Sumber: istimewa

Penanganan menggunakan pendekatan terpadu. Fokusnya peningkatan infrastruktur dasar, meliputi perbaikan jalan lingkungan, pembangunan jaringan drainase, penyediaan air minum lewat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pengelolaan air limbah domestik via septic tank komunal, hingga penyediaan Ruang Terbuka Publik (RTP).

Perbaikan infrastruktur itu langsung dirasakan warga. Mobilitas warga dan wisatawan jadi lebih mudah, genangan berkurang, serta sanitasi dan kesehatan lingkungan membaik. Kawasan yang tertata juga menciptakan lingkungan pesisir yang lebih bersih dan nyaman.

Pada tahap lanjutan 2025, penataan diarahkan untuk menguatkan identitas Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata budaya. Intervensi mencakup penataan Plaza Penyambut Tamadun Melayu, pelataran balai adat, penataan lanskap kawasan, pembangunan ruang cerita atau storytelling dan artwork, serta peningkatan kualitas jalan lingkungan.

Pulau Penyengat dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan Melayu. Pulau ini menyimpan warisan bersejarah seperti Masjid Sultan Riau yang menjadi ikon wisata religi dan budaya di wilayah tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pembangunan infrastruktur kawasan bukan sekadar memperbaiki fisik wilayah. Ini juga instrumen sosial-ekonomi untuk memperkuat ketahanan masyarakat.

“Melalui penataan kawasan, kita memastikan layanan dasar, seperti air minum, sanitasi, dan ruang publik, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Penataan kawasan turut mendorong ekonomi lokal. Kunjungan wisata naik dan layanan wisata berbasis masyarakat ikut berkembang.

Program ini bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pembangunan dari desa atau dari bawah serta pemerataan ekonomi di berbagai wilayah.

Kementerian PU berharap penataan Pulau Penyengat berlanjut secara berkelanjutan. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat peran kawasan sebagai pusat pelestarian budaya Melayu dan destinasi wisata unggulan di Kepulauan Riau.

  • Kementerian PU
  • Pulau Penyengat
  • Bangkitkan Pariwisata

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.