• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tayang 8 Juli di Bioskop I...

Tayang 8 Juli di Bioskop Indonesia, Film 'Moana' versi Live-Action Dibintangi Dwayne 'The Rock' Johnson

Minggu, 05 Jul 2026, 15:40 WIB

LOS ANGELES - Disney akan merilis versi live-action film "Moana" pada 10 Juli 2026, sebuah remake dari film animasi bertema Polinesia yang baru berusia satu dekade.

Film "Moana" aslinya pada tahun 2016 mengisahkan seorang gadis muda Polinesia yang memulai petualangan melintasi samudra, ditemani oleh dewa setengah manusia Maui, untuk menyelamatkan bangsanya dan atol mereka.

Ket. Foto: Film Moana versi live-action akan dibintangi Dwayne "The Rock" Johnson. — Sumber: Instagram

Sekuelnya dirilis pada tahun 2024 dan film animasi ketiga sedang dalam pengerjaan, sementara versi live-action baru yang dibintangi Dwayne "The Rock" Johnson akan tayang di bioskop seluruh dunia mulai Rabu, 10 Juli 2026. Namun di sejumlah negara seperti Indonesia dan Selandia Baru, akan tayang lebih awal pada 8 Juli.  

Ini adalah pengulangan adegan demi adegan dari aslinya, dengan lagu-lagu yang sama dan dialog yang serupa, disutradarai oleh Thomas Kail yang terkenal lewat "Hamilton".

"Cara film ini bernapas sangat berbeda dari animasi, cara Anda mengisi sebuah bingkai sangat berbeda dan saya pikir ada peluang untuk mengakses emosi dengan cara yang berbeda," katanya kepada AFP.

Dengan anggaran yang diperkirakan mencapai 200-250 juta dollar, film ini mengandalkan efek khusus yang spektakuler untuk menarik penonton di saat sekuel animasi "Toy Story 5" dan "Minions & Monsters" sedang meraih sukses di box office.

Nostalgia

Remake dan franchise telah menjadi landasan produksi Hollywood modern, meskipun ada kritik bahwa hal itu merupakan tanda menurunnya kreativitas dan pengambilan risiko oleh raksasa industri tersebut.

Konsep dan karakter yang sudah dikenal oleh penonton dipandang sebagai sumber keuntungan yang menjanjikan oleh studio yang sedang berada di bawah tekanan, sekaligus menawarkan peluang menarik untuk penjualan merchandise, game, dan produk sampingan lainnya.

Minat Disney untuk membuat ulang film animasi hits mereka dalam format live-action semakin meningkat setelah kesuksesan besar film "Alice in Wonderland" karya Tim Burton pada tahun 2010, yang menghasilkan lebih dari satu miliar dollar di seluruh dunia.

"Aladdin," "Beauty and the Beast," dan "Lilo & Stitch" masing-masing telah menembus angka satu miliar dollar di box office sejak saat itu.

"Secara keseluruhan, mereka telah melakukannya dengan sangat baik, terutama film-film yang didasarkan pada era Kebangkitan Disney tahun 1980-an dan 1990-an," kata Stephane Durand, seorang spesialis budaya pop dan Disney di Prancis.

"Film-film terlaris adalah film yang mereplikasi film aslinya hampir adegan demi adegan," jelasnya. "Bagi orang-orang yang tertarik pada penceritaan, itu cukup buruk. Tetapi selama film-film tersebut menghasilkan miliaran dollar, industri ini akan terus berlanjut."

Namun, tidak semuanya sukses.

"The Little Mermaid" (2023) mendapat sambutan yang kurang antusias, sementara "Snow White" (2025) terbukti mengecewakan.

"Studio perlu memastikan bahwa pesona karya aslinya tetap terjaga dan harus sangat bijaksana dalam menggunakan kebebasan kreatif mereka," kata Caroline Reid, seorang jurnalis di majalah Forbes yang mengkhususkan diri dalam industri film dan hiburan.

Namun, bahkan film-film yang tidak menarik banyak penonton ke bioskop pun masih bisa menjadi sukses secara komersial berkat maraknya layanan streaming.

"Banyak film remake live-action yang tidak sukses di box office justru menjadi hits di layanan streaming. 'The Little Mermaid' adalah contoh yang bagus untuk hal ini," kata Reid.

  • Disney

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.