Indosat dan Arsari Group Luncurkan PT Infra Fiber Teknologi, Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Minggu, 05 Jul 2026, 23:05 WIBJAKARTA â Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) sebagai platform infrastruktur fiber digital independen yang mengusung model akses terbuka (open access) untuk memperluas konektivitas digital di Indonesia.
Peluncuran IFT pada 2 Juli 2026 menandai rampungnya kemitraan strategis kedua perusahaan dalam membangun infrastruktur digital nasional yang diharapkan mampu mempercepat transformasi digital sekaligus memperluas pemerataan akses internet berkecepatan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai platform independen, IFT akan mengelola lebih dari 86.000 kilometer jaringan fiber, yang meliputi jaringan backbone, kabel bawah laut domestik, serta jaringan akses. Infrastruktur tersebut akan dimanfaatkan untuk melayani operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, hingga penyedia layanan digital melalui skema bisnis open access.
Peluncuran IFT juga menjadi bagian dari penyelesaian transaksi strategis yang dimulai sejak penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025. Dalam transaksi tersebut, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham mereka di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi milik Arsari Group.
Setelah transaksi selesai, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta secara kolektif memiliki 49,9 persen saham di NFT. Melalui transaksi tersebut, Indosat memperoleh dana bruto sekitar Rp11,7 triliun, yang akan digunakan untuk memperkuat investasi pada bisnis inti perusahaan, termasuk pengembangan jaringan, percepatan implementasi teknologi 5G, serta layanan digital yang mendukung perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Deputy CEO & COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, mengatakan pembangunan infrastruktur digital memiliki peran penting dalam menciptakan kesempatan yang setara bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
"Daya saing sebuah bangsa hanya dapat terwujud apabila seluruh lapisan masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Kami menghadirkan pemimpin yang tidak hanya memahami bagaimana membangun dan mengelola infrastruktur dalam skala besar, tetapi juga memahami mengapa hal itu penting bagi masyarakat yang terhubung, bagi dunia usaha yang diberdayakan, serta bagi posisi Indonesia dalam perekonomian digital di masa depan," ujarnya melalui keterangannya pada hari Kamis (2/7).
Sementara itu, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kehadiran IFT merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi digital.
"Tujuan utama kami untuk memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia melalui teknologi tidak pernah berubah. Kehadiran IFT merupakan perwujudan dari komitmen tersebut. Dengan menghadirkan infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform independen berbasis open access, kami ingin memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh seluruh masyarakat," kata Vikram.
Menurut perusahaan, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia masih dihadapkan pada tantangan pemerataan konektivitas. Meskipun investasi infrastruktur digital berkembang pesat di kota-kota besar, sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Indonesia Timur masih menghadapi keterbatasan akses terhadap jaringan berkualitas tinggi.
IFT menilai kondisi tersebut dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap berbagai layanan penting, seperti pendidikan, kesehatan, layanan keuangan, hingga peluang ekonomi digital.
Dengan komposisi jaringan sekitar 45 persen berada di Pulau Jawa dan 55 persen di luar Jawa, IFT menargetkan perluasan infrastruktur digital yang lebih merata di seluruh Indonesia. Platform ini juga dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi sekaligus mendukung kesiapan infrastruktur menghadapi perkembangan teknologi AI.
Presiden Direktur PT Infra Fiber Teknologi, Hendry Syam, menegaskan perusahaan akan memprioritaskan pembangunan jaringan di wilayah yang selama ini belum memperoleh layanan konektivitas secara optimal.
"IFT tidak dibangun hanya untuk melayani wilayah yang telah memiliki konektivitas memadai. Mandat kami jauh lebih besar dari itu. Kami membangun infrastruktur yang menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal, menghadirkan akses terhadap layanan yang tepercaya dan andal bagi masyarakat, sekaligus memberdayakan pelaku usaha yang menjadi penggerak perekonomian Indonesia di seluruh nusantara," ujarnya.
Ke depan, IFT akan memfokuskan pengembangan pada percepatan pembangunan jaringan fiber di wilayah yang masih minim layanan, memperluas kemitraan dengan operator telekomunikasi, hyperscaler, serta berbagai penyedia layanan digital.
Perusahaan juga menargetkan penguatan kapasitas jaringan berkecepatan tinggi yang mampu mendukung kebutuhan komputasi AI, cloud, dan berbagai layanan digital generasi berikutnya. Selain memperkuat ketahanan jaringan nasional, IFT diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya infrastruktur sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.
Dalam transaksi pembentukan IFT tersebut, Citi bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi Indosat.
- 5G
- Indosat Ooredoo Hutchison
- Indosat
- fiber optik
- transformasi digital
- Arsari Group
- Akses Telekomunikasi
- infrastruktur digital
- PT Infra Fiber Teknologi
- IFT
- Open Access
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
RI Dorong Kerja Sama Perdagangan yang Lebih Luas dengan Rusia
-
Pemerintah Percepat Ekosistem AI dan Data Center untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi
-
Hasil Liga Jerman: Bayern Muenchen Amankan Kemenangan Tipis dari Wolfsburg
-
East Ventures: Transformasi Digital Indonesia Harus Berujung pada Nilai Ekonomi Nyata
-
Infrastruktur Siap AI Penting untuk Dorong Ekonomi Digital Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.