Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Drone Turun Tangan
Rabu, 05 Agu 2026, 22:24 WIBSURABAYA â Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Rabu (5/8) sore, luas area yang terdampak mencapai sekitar 80 hektare, memaksa petugas memperkuat upaya pemadaman dengan dukungan helikopter dan drone.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan kebakaran pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8) di kawasan Watugede, Kabupaten Lumajang. Cuaca kering yang disertai embusan angin membuat api dengan cepat merambat ke area lain di sekitar Bromo.
"Dari informasi yang kami terima dari pihak TNBTS, titik api awal muncul di kawasan Watugede. Karena api terus bergerak, hingga hari ini luas lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 80 hektare," kata Gatot.
Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan unsur terkait lainnya masih berjibaku memadamkan api. Berdasarkan pemantauan di lapangan, terdapat satu titik api di kawasan Watugede dan dua titik lainnya berada di sekitar Lautan Pasir Bromo.
Meski upaya pemadaman terus dilakukan, kondisi medan menjadi tantangan utama. Banyak titik kebakaran berada di lereng yang curam dan sulit dijangkau kendaraan maupun personel, sehingga proses pemadaman dari darat tidak bisa dilakukan secara maksimal.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD Jawa Timur berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan mengerahkan helikopter pemadam dengan bucket berkapasitas sekitar satu ton air. Helikopter tersebut dijadwalkan bermarkas di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Malang, agar dapat segera diterjunkan ke lokasi kebakaran.
"Kami berharap dukungan helikopter dari BNPB bisa mempercepat pemadaman, terutama di kawasan yang medannya terjal dan sulit dijangkau petugas," ujar Gatot.
Sementara di area yang masih memungkinkan diakses melalui jalur darat, petugas telah mengoperasikan dua mobil tangki air, satu kendaraan pengangkut pasokan air, serta tangki gendong untuk memadamkan api di titik-titik yang masih aktif.
Tak hanya itu, BPBD Jawa Timur juga memanfaatkan drone pemadam berkapasitas sekitar 150 liter air. Peralatan tersebut akan difokuskan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses sekaligus menyiram titik-titik yang diduga masih menyimpan bara api agar tidak kembali memicu kebakaran.
Menurut Gatot, penggunaan drone merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat operasi pemadaman dari udara.
Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar seluruh titik api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan lain di TNBTS.
Balai Besar TNBTS sebelumnya juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak memasuki area terdampak kebakaran serta mematuhi seluruh pembatasan yang diberlakukan demi keselamatan dan kelancaran proses pemadaman.
"Harapan kami, dengan dukungan seluruh pihak, proses pemadaman bisa berjalan lancar dan titik-titik api segera dapat dikendalikan," pungkas Gatot.
- Karhutla Bromo
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.