Pemerintah Perpanjang Stimulus Ekonomi, Bantuan Pangan dan Diskon Transportasi Berlanjut

Rabu, 05 Agu 2026, 22:05 WIB

JAKARTA – Keputusan pemerintah melanjutkan program stimulus ekonomi mencerminkan upaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan masih belum meratanya pemulihan ekonomi domestik.

Stimulus diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat, menjaga konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan, serta mendorong aktivitas dunia usaha agar investasi dan penyerapan tenaga kerja tetap terjaga.

Ket. Foto: Ilustrasi-Warga penerima bantuan membawa beras sebanyak 20 kilogram saat penyaluran bantuan pangan beras di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA FOTO/ Arif Firmansyahbar

Namun, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada ketepatan sasaran penerima manfaat, besaran stimulus, serta kemampuan pemerintah memastikan bahwa dukungan fiskal tidak hanya memberi efek jangka pendek, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan ada sejumlah program yang akan terus dijalankan pada semester II-2026, mulai dari bantuan pangan hingga diskon transportasi liburan sekolah saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Dalam semester II ini, beberapa program yang terus dijalankan, yaitu bantuan pangan untuk 33,24 juta penerima manfaat yang kita akan berikan beras 10 kilogram, tujuannya untuk menekan inflasi. Kemudian juga transportasi liburan sekolah dan Nataru sudah disiapkan dengan diskon 30 persen untuk angkutan laut, bebas tarif juga untuk kepelabuhanan Dan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah untuk tiket pesawat yang ekonomi,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8).

Selain itu, lanjut dia, program magang terus didorong untuk 150 ribu Generasi Z untuk mereka magang enam bulan, dan sesudah itu dipersilahkan bekerja di perusahaan tersebut atau mencari pekerjaan lain.

Berdasarkan evaluasi dari program magang terakhir yang diadakan pemerintah, 60 persen dari peserta program tersebut diterima di perusahaan tempat mereka magang.

“Dalam program ini, mereka masih mendapatkan upah dari pemerintah,” kata Airlangga.

Pemerintah juga akan mengadakan program pelatihan vokasi untuk angkatan muda. Presiden RI Prabowo Subianto disebut memberikan arahan untuk memberikan pelatihan kepada 250 ribu pelajar.

Untuk sektor pariwisata, Indonesia turut memberikan program untuk 33 destinasi dengan target 178 ribu wisatawan mancanegara (wisman) dan juga untuk mendukung acara-acara internasional seperti MotoGP di Mandalika, Borobudur Marathon, serta berbagai acara, termasuk musik.

“Kami sudah bicara juga dengan Ibu Menteri Pariwisata bahwa kegiatan itu menjadi salah satu cara untuk menarik turis datang ke Indonesia, dan kemarin dengan Perdana Menteri Thailand ditandatangani MoU (Memorandum of Understanding) di antara salah satunya adalah pesawat regional TransNusa dari Bangkok ke Jakarta dan juga dari Phuket ke Denpasar, sehingga dengan demikian diharapkan itu bisa terjadi peningkatan (wisman),” ucap Menko Ekonomi.

“Sebelumnya juga dengan Belarus Bapak Presiden sudah membahas juga untuk memberikan kesempatan untuk Belarus juga untuk terbang langsung ke destinasi di Indonesia,” ujar dia.

Tercatat, selama periode Januari-Juni 2026, kedatangan wisman meningkat 7,4 juta atau tumbuh 5,71 persen, dengan keterisian kamar hotel meningkat hampir 51,29 persen, serta pengeluaran wisman juga naik 6,36 persen secara year on year (yoy).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.