Kesepakatan IEU-CEPA Jadi Titik Balik, Produk Indonesia Siap Tembus Pasar Uni Eropa

Sabtu, 04 Jul 2026, 10:35 WIB

JAKARTA – Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) menjadi kesepakatan strategis yang berpotensi memperluas akses produk Indonesia ke pasar Uni Eropa, salah satu kawasan dengan daya beli tinggi di dunia.

Perjanjian ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekspor, menarik investasi, serta memperkuat integrasi Indonesia dalam rantai pasok global melalui pengurangan hambatan perdagangan dan peningkatan kepastian bagi pelaku usaha.

Ket. Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič saat Penandatanganan Kesepakatan Substantif IEU-CEPA di Bali, Selasa (23/9/2025). — Sumber: Antara/Humas Kemenko Perekonomian

Di sisi lain, manfaat IEU-CEPA akan sangat bergantung pada kesiapan industri nasional dalam memenuhi standar kualitas, keberlanjutan, dan regulasi yang berlaku di pasar Eropa.

Jika dimanfaatkan secara optimal, perjanjian ini tidak hanya mendorong pertumbuhan perdagangan, tetapi juga mempercepat transformasi industri domestik menuju produk bernilai tambah dan berdaya saing global.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mendorong pemerintah mempercepat penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) guna memperkuat kinerja ekspor nasional.

Yusuf, dihubungi di Jakarta, Jumat (3/7), mengatakan pemerintah perlu mengedepankan langkah-langkah strategis jangka panjang, tidak hanya berfokus pada kebijakan jangka pendek, untuk menjaga daya saing ekspor Indonesia.

"Prioritas pertama adalah mempercepat diversifikasi pasar ekspor, terutama ke Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, sambil mempercepat penyelesaian perjanjian dagang seperti IEU-CEPA dan memaksimalkan pemanfaatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)," katanya.

IEU-CEPA merupakan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa yang bertujuan memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan barang dan jasa, serta mendorong investasi kedua belah pihak.

Sementara itu, RCEP merupakan perjanjian perdagangan bebas yang melibatkan 15 negara di kawasan Asia-Pasifik, yakni 10 negara anggota ASEAN serta China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Selain memperluas akses pasar melalui perjanjian dagang, Yusuf menilai pemerintah perlu memperluas program hilirisasi ke komoditas lain seperti bauksit, tembaga, dan produk pertanian bernilai tambah.

Menurut dia, pengalaman pada industri nikel menunjukkan bahwa hilirisasi mampu meningkatkan daya tahan ekspor Indonesia di tengah gejolak ekonomi global.

Ia juga mendorong pemerintah meningkatkan efisiensi logistik dan pelabuhan agar biaya ekspor menjadi lebih kompetitif, terutama bagi industri manufaktur padat karya yang selama ini menghadapi persaingan ketat dengan negara-negara seperti Vietnam.

Selain itu, dukungan fiskal melalui percepatan restitusi pajak dan pembiayaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dinilai perlu difokuskan kepada sektor-sektor yang paling terdampak kebijakan tarif, terutama industri tekstil dan alas kaki.

"Tujuannya agar tekanan terhadap lapangan kerja dapat ditekan," ujar Yusuf.

Ia juga menilai pemerintah perlu mengevaluasi sejumlah hambatan domestik, seperti ketentuan devisa hasil ekspor (DHE) dan proses perizinan yang masih berlapis.

Indonesia dan Uni Eropa telah menyelesaikan substansi perundingan IEU-CEPA pada 2025 dan menargetkan proses ratifikasi dapat dipercepat pada semester II 2026 sehingga implementasi perjanjian dapat dimulai pada awal 2027.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Jumat (3/7), mengatakan proses tersebut kini memasuki tahapan penting setelah Komisi Eropa mengajukan usulan penandatanganan dan pengesahan (conclusion) IEU-CEPA beserta Investment Protection Agreement (IPA) kepada Dewan Uni Eropa.

Apabila disetujui Dewan Uni Eropa, kedua perjanjian tersebut akan diajukan kepada Parlemen Eropa untuk memperoleh persetujuan akhir sebelum disahkan dan mulai berlaku. Di sisi lain, menurut dia, Pemerintah Indonesia juga terus menjalankan proses ratifikasi sesuai mekanisme nasional.

Melalui IEU-CEPA dan IPA, ia mengatakan Uni Eropa akan menghapus bea masuk terhadap 98,5 persen pos tarif, menyederhanakan prosedur ekspor berbagai produk ke Indonesia, membuka peluang investasi pada sektor strategis seperti kendaraan listrik, elektronik, dan farmasi.

Kemudian, memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual, serta meningkatkan ketahanan rantai pasok melalui fasilitasi perdagangan dan ekspor bahan baku kritis.

Bagi Indonesia, ia mengatakan implementasi IEU-CEPA diharapkan dapat memperluas akses pasar ekspor ke Uni Eropa, meningkatkan daya saing produk nasional, menarik investasi berkualitas, serta memperkuat integrasi Indonesia dalam rantai nilai global.

Perjanjian tersebut juga diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan produktivitas industri, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan, lanjutnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.