Jumlah Korban Gempa Venezuela Tembus 2.595 Orang

Jumat, 03 Jul 2026, 10:19 WIB

CARACAS - Jumlah korban tewas akibat dua gempa dahsyat di Venezuela bertambah menjadi 2.595 orang, kata Presiden Sementara Delcy Rodriguez, Kamis (2/7).

Rodriguez mengatakan dalam konferensi pers, tidak ada rencana untuk membuat kuburan massal bagi mereka yang tewas dalam bencana 24 Juni, ribuan orang masih dilaporkan hilang.

Ket. Foto: Tim SAR Venezuela and Brazil mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan gedung di Los Corales, La Guaira, Venezuela pada 2 Juli 2026, delapan hari setelah dua gempa bumi dahsyat melanda Venezuela. — Sumber: AFP

Dalam upaya penyelamatan hari Kamis, petugas penyelamat berhasil mengevakuasi seorang pria berusia 43 tahun, Hernan Gil, dari reruntuhan bangunan dalam kondisi selamat, delapan hari setelah dua gempa bumi dahsyat.

Sejumlah besar orang masih hilang, dan penyelamatan Gil yang setelah sekian lama terjebak di bawah reruntuhan disambut bagai sebuah keajaiban.

Gil dibawa keluar dengan tandu setelah operasi yang melelahkan untuk mengeluarkannya dari reruntuhan gedung tujuh lantai tempat dia bekerja sebegai petugas keamanan di Catia La Mar, sebuah daerah pesisir yang hampir seluruhnya rata dengan tanah akibat bencana 24 Juni.

"Ini benar-benar sebuah keajaiban," kata istri Gil, Gusbimar Gonzalez, kepada AFP saat tim penyelamat berupaya membebaskannya.

Salah satu bencana gempa bumi terburuk di Amerika Latin menghancurkan puluhan kompleks apartemen perumahan, mengubur banyak orang di bawah reruntuhan dan memicu operasi penyelamatan internasional.

Tim dari tujuh negara -- Venezuela, Chile, Amerika Serikat, Portugal, Kosta Rika, El Salvador, dan Meksiko -- bekerja tanpa henti selama tiga hari untuk menyelamatkan Gil.

Mereka memberinya lebih dari sepuluh liter air untuk menjaga agar tetap terhidrasi melalui selang dan memasang tabung untuk memberinya oksigen.

Selama fase terakhir operasi, sekitar 30 orang bekerja di area parkir gedung untuk membersihkan puing-puing, sementara dua petugas penyelamat menggali terowongan sepanjang tiga meter.

"Tidak mudah untuk mencapai lokasi tepat di mana korban berada," kata Cristian Vera, pemimpin tim penyelamat Chile, kepada AFP.

Namun, meskipun telah terjadi beberapa penyelamatan yang menakjubkan -- seorang bocah berusia tiga tahun ditemukan pada hari Selasa, enam hari setelah gempa --, namun harapan untuk menemukan lebih banyak korban selamat telah memudar.

Fokus kini beralih ke upaya bertahan hidup bagi mereka yang selamat dari gempa.

Banyak yang kehilangan tempat tinggal, makanan dan air semakin langka, dan rumah sakit kewalahan, dengan para ahli memperingatkan risiko wabah penyakit.

Warga Venezuela tidak menyembunyikan kemarahan mereka atas apa yang mereka anggap sebagai respons pemerintah yang tidak memadai terhadap bencana tersebut, bantuan datang sangat lambat.

Berbicara pada konferensi pers Kamis malam, Presiden Rodriguez membela pemerintahannya yang mengirimkan pejabat militer dan sipil untuk membantu.

"Dalam 24 jam pertama, jumlahnya mencapai 4.000 personel, dan dalam 48 jam kemudian menjadi 11.000 petugas," katanya kepada wartawan.

Dia mengatakan jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 2.595 dengan lebih dari 12.400 orang terluka. Namun dia menolak rencana untuk membuat kuburan massal bagi mereka yang tewas.

Meskipun pemerintah belum memberikan angka pasti mengenai jumlah orang yang hilang, PBB memperkirakan sebanyak 50.000 orang masih belum ditemukan.

Butuh Keajaiban

Dua gempa dahsyat, dengan kekuatan 7,2 dan 7,5 menghancurkan seluruh permukiman di Venezuela yang kaya minyak, yang telah menderita krisis ekonomi selama beberapa dekade yang menghancurkan infrastruktur dan layanan kesehatan.

Data NASA menunjukkan hampir 60.000 bangunan kemungkinan rusak atau hancur.

Para pejabat mengatakan 13.000 orang kehilangan tempat tinggal -- banyak di antara mereka tidur di tenda-tenda di jalanan, taman, dan lahan kosong.

Sebagian besar bangunan yang runtuh di kota La Guaira, yang paling parah terkena dampak, tepat di utara Caracas, telah ditandai dengan huruf 'D' yang berarti 'meninggal' -- sebuah tanda bahwa bangunan-bangunan tersebut telah digeledah tetapi tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan.

Kerabat, sukarelawan, dan petugas penyelamat sebagian besar fokus pada pengambilan jenazah.

Di daerah Los Corales, Hernan Sandoval berusaha menggali dan menyelamatkan putranya yang berusia 8 tahun, Ronald, serta keponakannya, Leo (8 tahun) dan Victoria Madera (10 tahun), yang terkubur dalam reruntuhan kompleks apartemen mereka di La Gambarra.

Peluang menemukan korban yang masih hidup di bawah reruntuhan yang dalam berkurang dengan cepat setelah jangka waktu kritis 72 jam.

Cesar Gonzalez (54), seorang petugas pemadam kebakaran Meksiko dan pawang anjing pelacak, memberi minum kedua anjingnya, Zeus dan Bom.

"Yang satu untuk mendeteksi orang hidup, yang lainnya untuk mayat. Dua hari lalu, harapan jauh lebih besar. Sekarang, dibutuhkan keajaiban," untuk menemukan siapa pun yang masih hidup, katanya.

  • Gempa Venezuela

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.