- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jalan Layang Dijadikan Sol...
Jalan Layang Dijadikan Solusi Atasi Kemacetan
Jumat, 03 Jul 2026, 03:20 WIBJAKARTA â Beberapa jalan layang akan dibangun sebagai solusi mengatasi kemacetan Jakarta. âFlyover akan dipilih sebagai upaya mengurai kemacetan di berbagai titik Jakarta,â tandas Gubernur Jakarta, Pramono Anung, Kamis (2/7).
Kepala Dinas Bina Marga Jakarta Heru Suwondo telah menyampaikan laporan agar dibahas dalam rapat terkait pembangunan flyover baru.
Pramono menyebut sejumlah lokasi yang masuk daftar prioritas pembangunan flyover di antaranya kawasan Jalan Pejompongan, Universitas Pancasila dan Bintaro.
Kendati demikian, Pramono menuturkan, flyover Latumeten menjadi proyek yang paling prioritas karena termasuk salah satu titik kemacetan terparah di Jakarta.
Saat ini pembangunan flyover atau Jalan Layang Latumeten, Jakarta Barat, sudah mencapai 55,2 persen dan ditargetkan rampung 15 Desember. Anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan flyover tersebut sebesar 259 miliar.
Menurut Pramono, flyover Latumeten merupakan salah satu infrastruktur yang dinantikan karena sering terjadi kemacetan di kawasan itu. Ketika mendapatkan usulan tentang Flyover Latumeten, ia langsung memutuskan agar pembangunan itu menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan di daerah Grogol, Pluit, Slipi dan sekitarnya. Ia berharap dengan adanya flyover tersebut, kemacetan di kawasan itu dapat segera teratasi.
âIni salah satu proyek prioritas Pemerintah Jakarta. Saya harapkan bisa selesai tanggal 15 Desember,â kata Pramono. Dia menuturkan ini usai meninjau Flyover Latumenten, Jakarta Barat.
Menurutnya, Flyover Latumenten merupakan salah satu infrastruktur yang dinantikan untuk atasi kemampetan.Pemprov juga berencana menutup perlintasan sebidang kereta api yang berada di bawah jalan layang. Dia menyatakan langkah itu dilakukan agar lalu lintas tidak tersendat akibat buka-tutup pintu perlintasan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Menurut dia, kendaraan nantinya diarahkan menuju flyover sehingga tidak lagi bersinggungan langsung dengan jalur kereta api. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, yang akan ditutup hanya perlintasan rel kereta api.
Sedangkan jalan di bawah flyover tetap dapat digunakan kendaraan untuk berputar arah. âJadi, yang ditutup hanya di perlintasan. Kendaraan bisa berputar. Begitu pula yang dari arah utara mau balik ke utara masih bisa berputar,â jelas Heru. Heru memperkirakan keberadaan flyover dapat memangkas waktu perjalanan kendaraan hingga sekitar 10 sampai 15 menit.
Saat ini, kendaraan kerap tersendat karena buka-tutup perlintasan kereta api yang menyebabkan antrean panjang di kawasan Latumenten.
âNantinya sudah tidak ada gangguan lagi sehingga kendaraan bisa melintas langsung di atas flyover tanpa ada gangguan apa pun. Mungkin sekitar 10 sampai 15 menit karena tadinya ketahan di bawah, nanti sudah tidak ketahan lagi,â kata Suwondo.
Pasar Minggu
Selain Latumeten, Pramono Anung Wibowo juga segera menuntaskan persoalan pembangunan jalan sejajar rel kereta api di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Jalur ini tak kunjung selesai selama tujuh era kepemimpinan Jakarta.
Jalan yang sejajar dengan rel kereta di Pasar Minggu, yang lewat Badan Intelijen Negara (BIN), itu sudah tujuh gubernur tidak mampu menyelesaikan. Maka kemarin dalam rapat 2-3 bulan lalu, Pramono memutuskan ini menjadi prioritas untuk diselesaikan. Ini untuk menjawab keluhan warga.
Namun, pelaksanaannya ternyata masih sangat lama. Sebab menunggu rampungnya revitalisasi Jalan Rasuna Said dan pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras. Jadi, warga jangan langsung senang dulu. Setelah itu baru dikerjakan penyelesaian jalan sejajar rel Pasar Minggu.
Gubernur berharap keberadaan jalan tersebut nantinya dapat membantu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi di kawasan Pasar Minggu.
Heru Suwondo menyampaikan tahun ini akan membebaskan lahan di kawasan tersebut. Sedangkan untuk pembangunan fisik, Heru menyebut akan mulai dilakukan tahun depan. wid/Ant/G-1
- Grogol
- Cililitan
- RS Sumber Waras
- latumenten
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Cegah Paparan Hantavirus, Periset BRIN Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan
-
Siaga H-7 Lebaran, Ini Daftar 14 Pos Kesehatan PMI Jakarta di Berbagai Tempat
-
KDM Stop Izin Wisata & Perumahan, Jawa Barat "Siaga Satu" Selamatkan Kawasan Hutan
-
Pemerintah Diminta Perkuat Kewaspadaan Akan Hantavirus dengan Sistem Terpadu
-
Menhub Dorong Penguatan Fasilitas Kesehatan di Simpul Transportasi Selama Periode Angkutan Lebaran 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.