Waspada, Inflasi bisa Memicu Dana Keluar karena Imbal Hasil Riil Domestik Turun

Kamis, 02 Jul 2026, 01:00 WIB

JAKARTA - Badan pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi (kenaikan harga) 0,44 persen pada Juni 2026, sehingga inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) tercatat 1,79 persen dan inflasi tahunan Juni 2026 sebesar 3,34 persen (year on year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, A teng Hartono mengatakan kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara dan pelumas/oli mesin menjadi pendorong utama inflasi bulanan Juni 2026. “Terjadi inflasi di Juni 2026 yang lebih tinggi dari pada inflasi Mei 2026,” kata Ateng.

Ket. Foto: Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta. BPS mencatat perekonomian Indonesia mengalami inflasi 0,44 persen pada Juni 2026 — Sumber: istimewa

Tingkat inflasi kelompok transportasi jelasnya tercatat 2,29 persen (month to month/ mtm) dengan andil sebesar 0,28 persen pada Juni 2026. “Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok transportasi antara lain bensin, tarif angkutan udara dan pelumas/oli mesin. Bensin memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,21 persen. Selanjutnya, tarif angkutan udara memberikan andil inflasi 0,05 persen, sedangkan pelumas/oli mesin menyumbang 0,01 persen,” kata Ateng di Jakarta, Rabu (1/7).

Pendorong inflasi bulanan Juni 2026 selanjutnya yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau yang tercatat inflasi sebesar 0,20 persen (month to month/mtm) dengan andil 0,06 persen.

Dari kelompok ini, komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain bawang merah sebesar 0,04 persen, bawang putih sebesar 0,03 persen, beras sebesar 0,02 persen, serta wortel, ikan segar, minyak goreng, cabai merah, daging sapi dan cabai rawit masingmasing sebesar 0,01 persen. Berdasarkan komponen, seluruh komponen mengalami inflasi bulanan pada Juni 2026.

Adapun, andil inflasi tertinggi berturut-turut disumbangkan oleh komponen harga diatur pemerintah sebesar 0,27 persen dengan tingkat inflasi 1,41 persen, lalu, komponen inti dengan andil inflasi sebesar 0,15 persen dan tingkat inflasi 0,23 persen. Kemudian, komponen bergejolak dengan andil inflasi 0,02 persen dan tingkat inflasi 0,14 persen.

20260702002335_Screenshot-2026-07-02-002313.jpg

Kenaikan Harga BBM 

Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko, menilai kenaikan inflasi Juni tidak bisa dilepaskan dari faktor kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). “Kenaikan harga BBM akhirnya berdampak terhadap meningkatnya inflasi pada bulan Juni 2026 (yoy),” kata Suhartoko.

Dia pun menekan perlunya mewaspadai tekanan inflasi ke depan karena masih ada momentum peningkatan permintaan menjelang tahun ajaran baru 2026 yang bisa menambah tekanan harga. Namun ia memproyeksikan tekanan akibat BBM akan mereda bulan depan. “Namun demikian pada Juli 2026, tekanan inflasi karena kenaikan harga BBM kemungkinan akan menurun,” jelasnya. Ia juga mengingatkan risiko di sektor eksternal. Peningkatan inflasi, kata dia, dapat menurunkan imbal hasil riil domestik sehingga mempersempit selisih imbal hasil dengan surat berharga asing.

 “Akibatnya ada potensi meningkatnya aliran modal keluar,” tegasnya. Untuk mengendalikan hal itu, Suhartoko menyarankan pemerintah fokus pada inflasi non inti, khususnya komponen bergejolak atau volatile food. Ancaman El Nino ekstrem disebutnya menjadi faktor krusial.

 “Mengingat ancaman terjadinya El Nino ekstrem yang menyebabkan musim kemarau yang panjang mengganggu siklus tanam, berpotensi menurunkan produksi padi, dan memicu risiko gagal panen, sehingga terjadi peningkatan harga pangan,” paparnya.

Selain itu, pemerintah juga diminta memberi perhatian lebih pada komponen harga yang diatur pemerintah. “Berkaitan dengan turunnya harga BBM pemerintah perlu memberi perhatian yang lebih serius kepada komponen harga yang diatur pemerintah, terutama BBM yang menyumbang inflasi cukup besar,” pungkasnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.