Memasuki Fase Puncak Musim Kemarau, Peluang Hujan Sangat Rendah di NTB pada Awal Juli
Kamis, 02 Jul 2026, 07:42 WIBMATARAM â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan peluang hujan di seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB) kurang dari 10 persen pada awal Juli 2026 seiring daerah tersebut mulai memasuki fase puncak musim kemarau.
"Peluang hujan sangat rendah minus 10 persen di seluruh wilayah NTB pada Dasarian I Juli 2026," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, di Mataram, Kamis (02/7).
Peluang hujan sangat rendah itu turut dipengaruhi oleh penguatan fenomena El-Nino yang saat ini berada dalam kategori moderat dengan indeks +1.61 membuat kemarau terasa lebih kering.
BMKG memaparkan rendahnya peluang hujan terjadi seiring seluruh wilayah NTB telah resmi memasuki musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino.
"El Nino diprediksi bertahan pada kategori moderat dan berpotensi meningkat menjadi El Nino kuat dengan peluang 98 persen hingga akhir tahun 2026," ucap Suci.
Berdasarkan analisa BMKG pada akhir Juni 2026, curah hujan di wilayah NTB secara umum didominasi kategori rendah atau 0 sampai 50 milimeter per dasarian.
Walau masih terdapat sejumlah daerah dengan kategori normal dan atas normal, kata dia, namun sifat hujan didominasi kategori bawah normal. Curah hujan tertinggi sebanyak 71 milimeter per dasarian di Pos Hujan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Adapun hari tanpa hujan berturut-turut berada dalam kategori pendek hingga sangat panjang. Hari tanpa hujan terpanjang tercatat di Pos Hujan Bolo, Kabupaten Bima, selama 43 hari dan masuk kategori sangat panjang.
BMKG menetapkan empat daerah berstatus waspada kekeringan meteorologis, yakni Kabupaten Lombok Tengah (Kecamatan Praya Barat), Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Jerowaru, Pringgabaya, Sambelia), Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Moyo Utara, Utan), dan Kabupaten Bima (Kecamatan Palibelo serta Tambora).
"Kami harap masyarakat dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih sehubungan dengan meluasnya wilayah yang masuk dalam level waspada kekeringan meteorologis," ucap Suci Agustiarini.
- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
- Musim Kemarau 2026
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Intelijen Spanyol Pastikan Maroko Tak Terlibat Krisis Ceuta
-
Diskusi dengan Peraih Nobel Kailash Satyarthi: Demokrasi dan Pemilu Digelar, tapi Kenapa Rakyat Tetap Tak Berdaya?
-
Siap-Siap Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Sejumlah Kota Hari Senin
-
Cuaca Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari Selasa Ini
-
Semoga Benar Adanya, Petani Jateng yang Gagal Panen Diberi Bantuan Rp6 Juta Tiap Hektare
-
Flores Belum Tenang, BMKG Ungkap Ada 14.993 Gempa Susulan Sejak 15 Agustus
-
Islandia Tolak Perundingan Aksesi ke UE
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.