Terima Tambahan Dana SAL, BTN Genjot Penyaluran Kredit
Selasa, 30 Jun 2026, 13:40 WIBJAKARTA â PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) resmi menerima tambahan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Pemerintah. Dengan adanya suntikan dana segar ini, total dana SAL yang dikelola oleh BTN kini meningkat signifikan.
Penempatan dana SAL ini menjadi amunisi strategis bagi perseroan untuk memperkuat posisi likuiditas, sekaligus mengakselerasi penyaluran kredit guna menggerakkan roda perekonomian.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyambut baik kepercayaan Pemerintah tersebut. Penempatan dana SAL ini merupakan langkah strategis yang sangat krusial bagi perbankan untuk menjaga likuiditas tetap stabil di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Likuiditas yang kuat, lanjut Nixon, menjadi motor utama bagi perseroan dalam menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal guna memacu pertumbuhan kredit yang berdampak langsung pada penggerak ekonomi.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Keuangan atas kepercayaan yang diberikan kepada BTN. Penempatan dana SAL ini sangat penting bagi kami. Ini bukan sekadar memperkuat fundamental likuiditas perusahaan, tetapi menjadi stimulus bagi kami untuk terus menggerakkan roda perekonomian melalui penyaluran kredit yang lebih agresif namun tetap terukur," ujar Nixon dalam keterangannya Selasa, (30/6).
Direktur Treasury & International Banking BTN, Venda Yuniarti, menambahkan, dengan dukungan likuiditas yang semakin kokoh, BTN kini memiliki ruang yang lebih luas untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan.
Perseroan berkomitmen untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor-sektor yang memiliki dampak luas (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya sektor perumahan yang menjadi fokus utama BTN.
"Tugas kami adalah memastikan likuiditas ini tersalurkan dengan efektif ke sektor riil. Kami optimistis, dengan total dana SAL yang ada, BTN dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas," tegas Venda.
Venda menegaskan bahwa pengelolaan dana tersebut akan tetap mengikuti prinsip kehati-hatian (prudential banking). Hal ini dilakukan untuk menjaga efisiensi operasional perseroan agar tetap kompetitif di tengah fluktuasi pasar uang, sekaligus memastikan pembiayaan yang disalurkan tepat sasaran dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Salurkan Sapi Kurban 900 Kg untuk Masyarakat Bengkulu Tengah
-
Polda Papua Siapkan Gudang Tampung Beras SPHP di Sembilan Polres
-
Menpar Puji Bukittinggi dan Jam Gadang, Siap Dorong Wisata ke Kancah Internasional
-
Jelang tunamen bulu tangkis Hundred Hoo Haa Cup 2026
-
BKKBN Jateng Meminta Penyuluh KB Memetakan Wilayah yang Perlu Intervensi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.