Revitalisasi Karya Klasik Lewat Penampilan Lansia di Pesta Kesenian Bali
Selasa, 30 Jun 2026, 23:38 WIBDenpasar - Sekaa Gong Gita Bandana Praja sebagai duta Denpasar di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 merevitalisasi karya klasik legendaris Maestro I Wayan Berata dengan menampilkan para penabuh lanjut usia (lansia).
â"Kami ingin mengangkat kembali dan memuliakan karya-karya almarhum Maestro I Wayan Berata, sekaligus menjadi ajang reuni bagi para seniman lansia," kata Koordinator Pergelaran Sekaa Gong Gita Bandana Praja Nyoman Gede Jasa di Denpasar, Selasa.
âDuta Kota Denpasar tersebut membawakan tema Atma Kerti yang bermakna memuliakan jiwa dalam pementasan rekasadana (pergelaran) di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Bali.
Mereka menampilkan karya ciptaan almarhum Maestro I Wayan Berata yang pernah memenangkan festival Bali tahun 1978, yaitu Tabuh Enem Galang Kangin (lelambatan), Tari Kupu-Kupu, dan fragmentari Narakusuma.
âGede Jaya menyampaikan sajian seni ini bertujuan mengedukasi generasi muda saat ini agar mengetahui pencipta asli dari karya klasik lelambatan serta garapan tari legendaris para seniman maestro tersebut.
â"Agar anak-anak dan generasi muda saat ini yang belum tahu menjadi tahu dan mengenal siapa sosok maestro di balik penciptaan lagu, tabuh, maupun garapan tari legendaris tersebut," Kata Nyoman Gede Jasa.
âPementasan itu menghidupkan kembali tiga karya maestro masa lampau yang memiliki nilai sejarah tinggi serta menjadi cetak biru perkembangan seni karawitan Bali.
âAdapun penampilan di PKB 2026 ini diikuti oleh sekitar 60 orang peserta terdiri dari 30 penabuh dan 30 penari.
Seluruh penabuh merupakan para seniman senior yang dahulu merupakan anak didik langsung dari almarhum Maestro I Wayan Berata, dan kini tetap berkesenian meski sudah lansia.
âSalah satu karya legendaris yang ditampilkan adalah Tabuh Enem Galang Kangin, sebuah komposisi lelambatan klasik yang pertama kali dilombakan pada tahun 1968.
ââ"Latihan kami berlangsung selama kurang dari 2 bulan dengan total sekitar 20 kali pertemuan. Karena para penabuh sudah profesional, fokus latihan lebih banyak pada menyamakan persepsi," tutur Nyoman Gede Jasa.
âTantangan utama dalam proyek revitalisasi seni ini adalah menyesuaikan kondisi fisik para penabuh yang seluruhnya sudah memasuki usia lanjut.
Rata-rata penabuh berusia 60 tahun ke atas, termasuk Prof. Dr. I Gede Yudarta (60) dosen ISI Denpasar, dengan penabuh tertua berusia 68 tahun.
"Kami merekonstruksi atau menghidupkan kembali karya-karya seni tari yang sudah lama tidak ditampilkan agar tidak hilang karena jeda waktu yang terlalu lama, sehingga kelestariannya dapat tetap terjaga" Pungkas Prof. Dr. I Gede Yudarta.
âMelalui pementasan para legenda ini, diharapkan karya maestro tidak hanya berhenti di sini, tetapi juga mendorong penggalian karya-karya seniman masa lampau lainnya yang belum kembali ditampilkan agar kelestariannya terus terjaga.
- Pesta Kesenian Bali
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Diapresiasi Menhub, ASDP Terus Perkuat Transformasi Layanan Penyeberangan Nasional
-
Pemkab Kepulauan Seribu Terapkan Pemilahan Sampah dari sSumber
-
KAI Berlakukan Penghentian Sementara KAJJ dari Stasiun Gambir
-
Sebagian Wilayah Indonesia Diterjang Hujan Sangat Lebat
-
Pembuktian Keunggulan Aprilia atas Ducati
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.