Pamekasan Perkuat Wisata Desa, Pembinaan Dilakukan di 12 Lokasi Potensial

Selasa, 30 Jun 2026, 13:40 WIB

PAMEKASAN – Pengembangan objek wisata di desa menjadi strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antara desa dan kota.

Dengan memanfaatkan kekayaan alam, budaya, serta kearifan lokal, desa dapat menciptakan sumber pendapatan baru, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ket. Foto: Gagah Dream Park salah satu objek desa di Kabupaten Pamekasan yang akhir-akhir ini banyak didatangi pengunjung. — Sumber: ANTARA/ HO-Pemkab Pamekasan.

Namun, keberhasilannya memerlukan perencanaan yang matang, peningkatan kualitas infrastruktur dan layanan, serta pelibatan aktif masyarakat agar pengembangan wisata tetap berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, dan mempertahankan identitas budaya setempat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Jawa Timur membina pengembangan objek wisata di 12 desa di wilayah itu sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga di desa tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pamekasan Taufikurrachman di Pamekasan, Selasa (30/6), mengatakan, selain untuk meningkatkan perekonomian desa, pembinaan pengembangan objek wisata desa itu untuk menggali potensi desa.

"Karena itu, desa yang memiliki potensi wisata, maka kami dorong untuk dikembangkan, dan pemkab juga memberikan pendampingan khusus agar objek wisata yang ada di desa tersebut bisa dikembangkan dan dikelola secara optimal," katanya.

Menurut Taufik, total jumlah desa yang ada di Kabupaten Pamekasan sebanyak 178 desa, tersebar di 14 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.

"Dari jumlah ini, ada sebanyak 12 desa yang memiliki potensi objek wisata, baik berupa wisata alam, ataupun objek wisata yang memang dibangun oleh pemerintahan desa," katanya.

Ke 12 desa itu masing-masing Desa Montok, Kecamatan Larangan, Desa Lembung, Kecamatan Galis, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, dan Desa Kertagena Daya, Kecamatan Kadur.

Selanjutnya Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Desa Gagah, Kecamatan Kadur, dan Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu.

Empat desa lainnya adalah Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, lalu Desa Klampar, Kecamatan Proppo, dan Desa Branta, Kecamatan Tlanakan.

Menurut Sekda Taufikurrachman, pengembangan objek wisata di 12 desa itu juga bekerja sama dengan komunitas masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

"Melalui pengembangan objek wisata desa ini, Pemkab Pamekasan menginginkan agar Pendapatan Asli Desa (PADes) bisa meningkatkan, selain bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian warga di desa tersebut," katanya.

Upaya pengembangan dan pembinaan juga dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

"Dinas Pariwisata bertugas melakukan pembinaan terkait pengembangan objek wisata, Dinas Koperasi pada sektor pengembangan usaha kecil dan menengah, sedangkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa pada tata kelola pemerintahan," katanya.

Menurut laporan Pemkab Pamekasan per 2025, sumbangan sektor wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) tergolong masih minim yakni antara 3,46 hingga 4,19 persen dari target yang ditetapkan.

"Akan tetapi jika banyak desa yang mengelola objek wisata, apalagi bisa menjadi objek wisata alternatif bagi warga sekitar, seperti yang dikelola oleh Pemdes Gagah, Kecamatan Kadur, kami yakin, sumbangan pendapatan di sektor ini ke depan akan meningkat," katanya.

Apalagi, usaha pariwisata juga memiliki dampak ikutan pada jenis usaha lain, seperti pedagang makanan dan minuman dan mainan untuk anak-anak.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.