Skrining Temukan Gangguan Tumbuh Kembang pada Sejumlah Anak Korban Little Aresha
Rabu, 20 Mei 2026, 18:15 WIBYOGYAKARTA - Hasil pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha menemukan adanya sejumlah indikasi gangguan tumbuh kembang yang memerlukan penanganan lanjutan. Temuan tersebut diperoleh melalui proses skrining yang dilakukan sebagai langkah awal pemantauan kondisi kesehatan anak pascakejadian.
Pemeriksaan dilakukan melalui kolaborasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta bersama puskesmas, UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta. Selain bertujuan mengetahui kondisi kesehatan anak, skrining juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan yang memerlukan intervensi lebih lanjut.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Aan Iswanti, mengatakan skrining dilakukan untuk mendeteksi kondisi kesehatan anak sejak dini sehingga langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
âSkrining ini tujuannya untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan anak sejak dini sehingga dapat dilakukan tindak lanjut yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak,â kata Aan saat jumpa pers terkait perkembangan dan pemulihan kesehatan korban Daycare Little Aresha, Selasa (19/5/2026).
Aan menjelaskan pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yakni skrining pertumbuhan melalui pengukuran status gizi oleh nutrisionis dan skrining perkembangan yang dilakukan psikolog klinis dengan acuan Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Pendampingan psikologis kepada anak dan edukasi bagi orang tua juga turut diberikan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, sebanyak 149 anak menjalani pemeriksaan pertumbuhan dan ditemukan 18 anak berada dalam kategori berat badan kurang dan gizi kurang. Sementara dari 153 anak yang mengikuti pemeriksaan perkembangan, sebanyak 12 anak mengalami penyimpangan perkembangan, 19 anak masuk kategori meragukan, dan 122 anak dinyatakan memiliki perkembangan sesuai usia.
Menurut Aan, kategori meragukan bukan berarti anak dipastikan mengalami gangguan, melainkan memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
âJadi ini tidak bisa disebut sebagai gizi buruk. Kalau kita lihat secara fisik bahkan ada yang tidak tampak gizi kurangnya. Tetapi karena setelah dilaksanakan pengukuran gizi berdasarkan standarnya bisa diketahui ada beberapa anak berat badannya kurang dan gizi kurang,â paparnya.
Ia menambahkan sejumlah indikasi gangguan perkembangan yang ditemukan meliputi keterlambatan bicara atau speech delay, gejala yang mengarah pada autisme, hingga Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.
Sebagai tindak lanjut, anak-anak yang memerlukan pemeriksaan lebih mendalam diarahkan menjalani evaluasi di fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit apabila diperlukan.
âKami terus akan melaksanakan pendampingan dan tindak lanjut bersama fasilitas pelayanan kesehatan terkait guna memastikan anak-anak ini memperoleh penanganan yang optimal sesuai hasil skrining. Jadi kalau misalnya di puskesmas dibutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi misalnya rumah sakit, sudah disiapkan Rumah Sakit Pratama, RSUD Kota Yogyakarta. Jika dibutuhkan rujukan yang lebih tinggi lagi, RSUP Dr. Sardjito juga sudah siap,â terang Aan.
Sementara itu, pendampingan terhadap korban juga terus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek kesehatan, psikologis hingga pendampingan hukum. Pembenahan sistem pengelolaan daycare juga sedang dipersiapkan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
- Skrining
- Daycare Little Aresha
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Masyarakat Banten Dukung Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan Ciwandan Berstandar Internasional
-
Penuhi Kebutuhan Ramadan, Layanan Kredit Digital Ini Hadirkan Solusi Belanja Hemat dan Fleksibel
-
Ekspor Produk Lokal Ngebut! Transaksi UMKM BISA Ekspor Capai Rp2,27 Triliun di 2025
-
Tinggalkan Darah Sebelum Pulang Kampung
-
Tanggung Jawab Satwa Bandung Zoo Dikembalikan ke Pemerintah
-
Penataan Jalan Plumpang-Semper Menjadi Prioritas Usulan Musrenbang
-
30 Titik Putar Balik Jalur Pantura di Bekasi Ditutup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.