Pariaman Siapkan Hoyak Tabuik 2026 sebagai Penggerak Ekonomi

Jumat, 15 Mei 2026, 01:10 WIB

PARIAMAN -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memproyeksikan perhelatan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 pada 16-28 Juni menjadi motor penggerak ekonomi riil masyarakat karena dapat mengoptimalkan sektor kuliner hingga industri kreatif.

"Event (kegiatan) ini harus menjadi penggerak ekonomi riil bagi masyarakat Kota Pariaman, mulai dari sektor kuliner hingga kerajinan tangan bahkan penginapan," kata Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi di Pariaman, Kamis.

Ket. Foto: Ribuan wisatawan menyaksikan puncak pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2025, Tabuik Dibuang ke Laut sambil mengabadikannya menggunakan gawai. — Sumber: ANTARA/Aadiaat M.S.

Ia mengatakan kegiatan yang telah dilaksanakan setiap tahun di daerah itu selain sebagai upaya pelestarian budaya juga harus memberikan dampak konkret pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Ia menyampaikan guna menjadikan perhelatan setiap awal Muharram tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat maka pada tahun ini agenda dalam Tabuik tidak saja diisi prosesi inti namun juga diperkaya dengan kegiatan pendukung.

Ia menyebutkan sejumlah kegiatan pendukung pada perhelatan yang pada tahun ini kembali masuk ke dalam Kharisma Iven Nusantara tersebut, di antaranya 'Tabuik Culture Fashion Festival', Festival Kuliner Tradisional Piaman, serta bazar ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM lokal.

“Selain prosesi utama, acara Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2026 juga akan diwarnai dengan beragam atraksi budaya Minangkabau, pertunjukan seni tradisional dan modern," katanya.

Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman, kata dia, warisan budaya yang telah menjadi ikon kebanggaan Pariaman selama lebih dari dua abad.

Oleh karena itu, lanjutnya,nkegiatan ini akan kembali digelar dengan kemasan yang lebih atraktif, profesional, dan berkelas internasional.

Mulyadi mengatakan guna mendukung target penguatan ekonomi tersebut maka penyelenggaraan Tabuik 2026 akan dikemas dengan tema "Magnificent West Sumatera: Tradisi yang Tak Pernah Mati" atau "Sumatera Barat yang Memesona: Tradisi yang Tak Pernah Mati".

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Tabuik agar menyelenggarakan seluruh prosesi mulai dari 'Maambiak Tanah hingga Tabuik Dibuang ke Laik' tetap menjaga kekompakan dan keaslian tradisi.

Ia menekankan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung karena hal tersebut harus menjadi prioritas.

Mantan anggota DPRD Pariaman tersebut juga menginstruksikan jajarannya untuk memperbaiki penataan parkir dan rekayasa lalu lintas guna memberikan kelancaran lalu lintas dan kenyamanan terhadap pengunjung.

Ia menambahkan guna melancarkan kegiatan tersebut Pemkot Pariaman beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Pariaman, tokoh adat, serta panitia pelaksana melaksanakan rapat pada Rabu (12/5).

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.