Tari Lenggak-Lenggok Betawi Tampil di Pesta Kesenian Bali

Senin, 29 Jun 2026, 22:34 WIB

Denpasar - Sanggar Seni Betawi Ratna Sari, Kecamatan Ciracas, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta, mengenalkan budaya Betawi lewat penampilan Rekasadana (Pergelaran) Lenggak-Lenggok Betawi pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Denpasar, Senin.

"Tari Lenggak-Lenggok menjadi sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan nilai-nilai budaya serta tradisi kepada masyarakat luas seperti melalui pesta seni di Bali," kata Ketua Sanggar Seni Betawi Ratna Sari sekaligus koordinator penata musik pementasan itu, Septian Ray Sukirman.

Ket. Foto: Sanggar Seni Betawi Ratna Sari, DKI Jakarta, kenalkan budaya Betawi lewat pergelaran tari di Pesta Kesenian Bali atau PKB 2026 di Denpasar, Senin (29/6/2026). — Sumber: Antara

Ia mengatakan pemilihan Tari Lenggak-Lenggok sebagai sajian di PKB 2026 sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya Betawi, memantik semangat generasi muda mereka untuk meneruskan kesenian satu ini.

"Kami memilih Tari Lenggak-Lenggok sebagai pertunjukan di PKB karena sebagai wujud melestarikan budaya daerah juga," ucap dia.

Ia mengatakan konsep pertunjukan yang dibawakan lebih menitikberatkan pada unsur hiburan agar masyarakat dapat mengenal karakteristik tari Betawi dengan lebih dekat.

"Kita lebih ke konsep hiburan saja supaya masyarakat tahu juga tari Betawi seperti apa, jumlah penampil yang menari kurang lebih dua puluh dua orang dan pemusik ada delapan orang," ujarnya.

Dia menjelaskan persiapan menuju penampilan di PKB telah dilakukan sejak Januari 2026, sedangkan latihan intensif dilaksanakan selama satu bulan terakhir untuk mematangkan koreografi dan iringan musik.

"Persiapan kita sejak bulan Januari dan satu bulan terakhir latihan dilakukan secara intens," katanya.

Septian menambahkan konsep penampilan Sanggar Seni Betawi Ratna Sari pada PKB tahun ini tidak mengalami banyak perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun, regenerasi penari terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi Betawi.

"Yang membedakan penampilan Sanggar Seni Betawi dibanding tahun sebelumnya sebetulnya tidak jauh berbeda. Hanya saja setiap tahun ada regenerasi penari," ujarnya.

Melalui partisipasi dalam PKB 2026, Sanggar Seni Betawi Ratna Sari berharap seni tari Betawi semakin dikenal masyarakat sekaligus memperkuat semangat pelestarian budaya Nusantara melalui panggung seni lintas daerah.

Ia berharap, kesempatan untuk mengenalkan budaya Betawi ini terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya, sebab seniman-seniman mereka juga antusias ketika diminta tampil di panggung Pesta Kesenian Bali.

  • Pesta Kesenian Bali

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.