Danantara Satukan Ratusan Hotel BUMN dalam InJourney Menjadi Operator Hotel Terbesar Kedua di Indonesia
Senin, 29 Jun 2026, 13:36 WIBJAKARTA â Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mulai menjalankan langkah besar dengan menyatukan seluruh hotel milik BUMN ke dalam satu pengelolaan di bawah holding pariwisata nasional, InJourney. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi aset negara untuk meningkatkan daya saing industri perhotelan Indonesia di tingkat global.
Dikutip dari Antara, sebagai tahap awal, sebanyak 45 hotel BUMN telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) atau Perjanjian Jual Beli Bersyarat. Penandatanganan ini menjadi awal proses konsolidasi aset yang nantinya akan mencakup sekitar 120 hotel milik BUMN di seluruh Indonesia.
Jika target tersebut tercapai, InJourney akan menjelma menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia, dengan jaringan hotel yang tersebar di berbagai daerah dan destinasi wisata strategis.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan penyatuan seluruh hotel BUMN merupakan lompatan besar dalam restrukturisasi aset negara. Menurutnya, langkah ini bertujuan meningkatkan nilai aset sekaligus menjadikan industri perhotelan BUMN lebih efisien, profesional, dan mampu bersaing di pasar internasional.
Dony menjelaskan, penandatanganan CSPA merupakan bagian penting dari transformasi sektor perhotelan nasional. Seluruh proses dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian finansial serta tata kelola perusahaan yang baik.
Ia menambahkan, proses konsolidasi akan terus berlanjut dan sejumlah hotel BUMN lainnya dijadwalkan menyelesaikan penandatanganan pada pekan depan.
Seluruh aset hotel yang telah dikonsolidasikan nantinya akan dikelola oleh PT Hotel Indonesia Natour yang kini beroperasi dengan nama InJourney Hospitality. Dengan pengelolaan terpusat, pemerintah berharap kualitas layanan, efisiensi operasional, hingga strategi pemasaran dapat dilakukan secara lebih terpadu sehingga mampu meningkatkan tingkat hunian dan nilai bisnis hotel-hotel BUMN.
Selain memperkuat sektor pariwisata, konsolidasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan nilai aset negara yang selama ini dikelola secara terpisah oleh berbagai BUMN.
Danantara menargetkan, setelah jumlah hotel yang tergabung mencapai sedikitnya 100 properti, portofolio tersebut akan ditawarkan kepada investor strategis, baik dari dalam maupun luar negeri. Skema kerja sama dapat berupa joint venture maupun bentuk kemitraan bisnis lainnya guna mempercepat pengembangan industri perhotelan nasional.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi. Dengan pengelolaan yang terpusat, hotel-hotel BUMN diharapkan tidak hanya menjadi aset komersial, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan destinasi wisata prioritas, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.
- Danantara
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Pemkot Bandung Matangkan Model Bisnis Angkot Pintar
-
Waduk Mengering, Mumbai di Ambang Krisis Air Bersih
-
JAFF Market 2026 Gandeng Amar Bank, Perkuat Ekosistem dan Pembiayaan Industri Film Indonesia
-
Perkuat Persaudaraan Indonesia-Uzbekistan, Ketua MPR Ajak Ulama Indonesia Ziarah Makam Imam Bukhari
-
Fantastis! Belanja Iklim Pemerintah Tembus Rp73,5 Triliun Setiap Tahun, Mampukah Redam Ancaman Krisis Lingkungan?
-
Banjir Rob Berkurang! Muara Batang Kuranji Padang Kini Mengalir Lancar Usai Dikeruk
-
Kuba Kembali Alami Pemadaman Listrik Nasional Karena Jaringan Terputus
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.