Memantau Pergerakan Buaya Muara di Perairan Tulungagung
Rabu, 12 Agu 2026, 22:17 WIBTulungagung - Tim Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) terus memantau kemunculan seekor buaya di pesisir selatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang beberapa kali terlihat melakukan pergerakan pindah lokasi dari Pantai Sidem hingga Popoh.
Koordinator PSDKP Tulungagung Samsul Rijal di Tulungagung, Rabu, mengatakan petugas bersama TNI AL dan Polairud terus berkoordinasi untuk memantau keberadaan satwa tersebut.
"Buaya itu sempat muncul kemudian menghilang dan berpindah-pindah tempat. Petugas rutin melakukan pemeriksaan ke lokasi untuk memantau keberadaannya," katanya.
Dia menjelaskan petugas belum dapat melakukan evakuasi karena buaya lebih sering berada di perairan. Kondisi tersebut menyulitkan proses penangkapan karena buaya memiliki kemampuan berenang dan menyelam serta dapat bersifat agresif.
Selain itu, penanganan satwa tersebut harus dilakukan sesuai prosedur karena termasuk satwa yang dilindungi sehingga evakuasi harus dilakukan dalam kondisi hidup dan tidak dapat dilakukan dengan cara sembarangan.
"Penanganan di laut memerlukan keterlibatan dan pengalaman khusus, termasuk sinergi dengan nelayan lokal. Namun, melihat karakter buaya yang agresif serta mampu berenang dan menyelam, evakuasi tetap sulit dilakukan," ujarnya.
Samsul mengatakan proses evakuasi akan lebih memungkinkan apabila buaya tersebut berada di daratan.
Oleh karena itu, petugas saat ini memprioritaskan pemantauan untuk mengetahui pola kemunculan dan pergerakan satwa tersebut.
PSDKP Tulungagung juga belum dapat memastikan jenis maupun asal-usul buaya karena belum melakukan identifikasi secara langsung.
Petugas sejauh ini hanya melakukan pemantauan dari daratan saat buaya muncul di permukaan.
Dia menjelaskan terdapat kemungkinan satwa tersebut buaya muara dengan habitat di kawasan muara Sungai Niyama.
Namun, kemungkinan lain juga masih terbuka karena sebelumnya informasi mengenai buaya yang lepas dari pemeliharaan di wilayah pesisir Malang.
"Kami belum bisa melakukan identifikasi secara langsung karena buaya ini lebih sering berada di perairan daripada di daratan. Untuk sementara kami melakukan pemantauan dan koordinasi," katanya.
Petugas mengimbau masyarakat, khususnya warga dan nelayan, di kawasan pesisir selatan Tulungagung, tidak mendekati atau berupaya menangkap buaya apabila kembali terlihat dan segera melaporkan kemunculan kepada petugas.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.