Intip Keunikan Taber Laot di Pantai Batu Keranji, Rahasia Kompak Warga Desa Rambat Jaga Kelestarian Laut

Minggu, 28 Jun 2026, 21:25 WIB

BANGKA BARAT - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai mengembangkan tradisi adat Taber Laot yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Rambat sebagai daya tarik wisata unggulan baru, Minggu (28/6). 

"Selain memiliki keunikan tradisi budaya, pelaksanaan Taber Laot yang berlokasi di pesisir Pantai Batu Keranji sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan," kata Bupati Bangka Barat Markus di Simpangteritip, Bangka Barat, Minggu.

Menurut dia, tradisi Taber Laot di Desa Rambat merupakan upacara sedekah adat tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut serta ritual tolak bala.

Ket. Foto: Bupati Bangka Barat Markus (kanan) didampingi Kabid Kebudayaan Disbudpar M. Ferhad Irvan menyaksikan tradisi Taber Laot di peesisir Desa Rambat, Minggu (28/6). — Sumber: ANTARA/HO-Disbudpar Bangka Barat

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Taber Laot sebagai warisan budaya yang sarat makna serta memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

"Ini bentuk komitmen pemerintah untuk melestarikan sekaligus mengembangkan sebagai daya tarik bagi wisatawan," katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap tradisi tersebut tahun ini Pemkab Bangka Barat memberikan bantuan dana penyelenggaraan sebesar Rp40 juta.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah diyakini kegiatan akan semakin berkembang dan menarik, sehingga akan semakin banyak warga luar datang ke desa pesisir itu.

"Kami yakin akan semakin banyak yang berkunjung untuk melihat langsung ritual Taber Laot, ini peluang karena pengunjung akan langsung menikmati pesisir Pantai Batu Keranji yang tidak hanya indah, namun juga memiliki kekayaan luar biasa di dalamnya karena masyarakat kompak menjaga kelestarian laut," katanya.

Ia optimistis dengan kesungguhan pemerintah desa dan dukungan penuh masyarakat, tradisi ini terus berkembang, sehingga mendorong kemajuan pariwisata, UMKM dan industri kecil berbasis kelautan.

Desa Rambat, selain sebagai pemasok ikan laut segar hasil tangkapan nelayan, juga merupakan desa penghasil berbagai produk usaha kecil dan menengah berbahan baku ikan dan tangkapan laut lainnya, seperti wakwak kering, rusip (fermentasi basah berbahan ikan bilis), teri, dan berbagai jenis makanan ringan lainnya.

"Kami mengapresiasi perjuangan warga Desa Rambat yang sampai saat ini masih tetap konsisten menjaga dan melestarikan tradisi Taber Laot bersama nilai-nilai yang terkandung di dalam tradisi itu, semangat gotong royong dan kecintaan terhadap alam ini patut diwariskan kepada generasi penerus agar tetap lestari," katanya.

Taber Laot merupakan ritual adat masyarakat pesisir yang menjadi ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki hasil laut selama setahun.

Tradisi ini juga mengandung nilai luhur berupa keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Bangka Barat yang harus terus dijaga.

Taber Laot bukan sekadar tradisi, tetapi warisan budaya yang mengajarkan rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kelestarian alam, terutama laut yang telah memberikan banyak ikan dan hasil tangkapan lain yang menyejahterakan warga setempat.

  • bangka barat
  • taber laot
  • pantai batu keranji
  • desa rambat
  • pariwisata bangka belitung

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.