Apa Manfaat Pengenalan Bahasa Asing Sejak Dini bagi Perkembangan Kognitif Anak?
📅 Minggu, 28 Jun 2026, 21:48 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Tren mengenalkan bahasa asing kepada anak sejak usia dini semakin berkembang di Indonesia. Selain dipandang sebagai bekal komunikasi di masa depan, pembelajaran bahasa kini juga dinilai dapat mendukung perkembangan kemampuan kognitif anak, mulai dari daya ingat hingga fleksibilitas berpikir.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa proses mempelajari bahasa baru melibatkan berbagai fungsi otak secara bersamaan, seperti memori, perhatian, kemampuan memecahkan masalah, serta kemampuan beradaptasi terhadap informasi baru.
Aktivitas mengenali pola bahasa, memahami konteks, dan mengingat kosakata secara rutin dinilai menjadi bentuk stimulasi mental yang membantu melatih kemampuan-kemampuan tersebut.
Berdasarkan riset yang dikemukakan Duolingo, belajar bahasa secara konsisten mendorong otak untuk terus memanggil kembali informasi, mengenali pola, berpindah di antara berbagai konsep, serta beradaptasi dengan aturan linguistik baru. Aktivitas tersebut dinilai bekerja layaknya latihan mental yang merangsang berbagai fungsi kognitif.
Temuan serupa juga diperoleh dalam penelitian yang dilakukan Baycrest dan York University. Studi tersebut menunjukkan bahwa orang dewasa yang menggunakan platform pembelajaran bahasa selama sekitar 30 menit setiap hari selama empat bulan mengalami peningkatan fungsi eksekutif dan performa kognitif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti mencatat adanya peningkatan pada kemampuan memori kerja, fokus, serta fleksibilitas berpikir dibandingkan kelompok yang tidak mengikuti pembelajaran bahasa.
Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Ayoe Sutomo, mengatakan belajar bahasa baru tidak hanya memperkaya kosakata, tetapi juga melatih cara anak memahami pola, menghubungkan informasi, dan menyesuaikan diri dengan situasi yang berbeda.
"Berbagai penelitian menunjukkan kemampuan-kemampuan tersebut berkaitan dengan berkembangnya fleksibilitas berpikir yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar maupun pemecahan masalah sehari-hari," ujarnya baru-baru ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun demikian, Ayoe menekankan bahwa manfaat tersebut tidak diperoleh secara instan. Menurutnya, konsistensi, frekuensi belajar yang teratur, serta pengalaman belajar yang menyenangkan menjadi faktor penting dalam keberhasilan anak mempelajari bahasa baru.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua ketika anak memanfaatkan perangkat digital sebagai media belajar agar proses pembelajaran berlangsung secara optimal dan aman.
Platform Digital Makin Banyak Dimanfaatkan
Seiring meningkatnya minat belajar bahasa asing, berbagai platform pembelajaran digital juga semakin banyak dimanfaatkan oleh keluarga sebagai pelengkap proses belajar di rumah.
Secara global, Duolingo mencatat memiliki lebih dari 133 juta pengguna aktif bulanan dan lebih dari 52 juta pengguna aktif harian. Platform tersebut mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis permainan (gamification) untuk membuat proses belajar bahasa lebih mudah diakses dan menarik bagi berbagai kelompok usia.
Salah satu pengguna adalah Hudzaifah Giyan G. yang telah diperkenalkan pada beberapa bahasa sejak usia dini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!