Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Kunjung Reda, Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.200

📅 Minggu, 28 Jun 2026, 23:34 WIB | Oleh:
Tak Kunjung Reda, Kasus Ebola di Kongo Tembus 1.200 Doc: AFP/BADRU KATUMBA

KINSHASA - Republik Demokratik (RD) Kongo melaporkan 1.203 kasus terkonfirmasi ebola, termasuk 321 kematian, sejak wabah tersebut diumumkan pada pertengahan Mei lalu, ungkap laporan terbaru yang dirilis pada Jumat (26/6) oleh otoritas kesehatan masyarakat negara itu.

Menurut laporan tersebut, 148 pasien telah pulih, sementara 419 pasien sedang menjalani isolasi atau masih dirawat di rumah sakit. Otoritas kesehatan RD Kongo juga mengidentifikasi 265 kasus suspek, termasuk 77 kematian.

Direktur Jenderal Organisasi  Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat mengatakan di platform media sosial X bahwa pelacakan kontak di RD Kongo telah menjangkau lebih banyak orang, dan makin banyak pasien ebola telah pulih dan kembali ke rumah.

Namun, kepala WHO itu memperingatkan bahwa perjuangan masih jauh dari selesai. Dia menyoroti perang dan kerawanan masih memperlambat upaya penanganan wabah, dan ketidakpercayaan publik tetap menjadi tantangan utama.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi serangkaian tantangan operasional yang dihadapi dalam penanganan wabah, termasuk penolakan masyarakat terhadap pengujian pascakematian (postmortem), kapasitas perawatan yang tidak memadai di Ituri, di mana pusat-pusat perawatan hampir mencapai kapasitas penuh, dan tingkat pelacakan kontak dekat yang masih di bawah target 95 persen.

Laporan tersebut juga memperingatkan adanya kekurangan stok obat-obatan penting, perlengkapan pencegahan dan pengendalian infeksi, serta kekurangan sekitar 20 pusat isolasi. Kerawanan dan akses terbatas di wilayah-wilayah yang terdampak kelompok bersenjata, mobilitas penduduk, dan kekurangan dana sekitar 20 juta dolar AS juga disebutkan sebagai kendala utama.

Situasi wabah saat ini, yang terutama disebabkan oleh virus Ebola Bundibugyo, resmi diumumkan pada 15 Mei. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.