• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Menguatkan Solidaritas Le...

Menguatkan Solidaritas Lewat Filantropi dan Kolaborasi Sosial

Jumat, 26 Jun 2026, 13:10 WIB

JAKARTA – Di tengah perkembangan dunia usaha, aktivitas filantropi semakin menjadi bagian dari tanggung jawab sosial yang dijalankan para pelaku bisnis. Salah satu sosok yang aktif menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan adalah Sandiana Soemarko.

Ia dalam beberapa waktu terakhir terlibat dalam sejumlah program sosial, mulai dari pembangunan fasilitas keagamaan hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. Berbagai kegiatan tersebut mencerminkan komitmennya untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, seiring dengan aktivitasnya di dunia usaha.

Ket. Foto: Pembangunan Kapela St. Antonius Padua di Fatumetan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Aktivitas filantropi ini dilakukan sektor dunia usaha dapat berkontribusi memperkuat solidaritas sosial dan pembangunan yang lebih inklusif. — Sumber: IST

Salah satu kontribusi yang mendapat perhatian adalah dukungannya terhadap pembangunan Kapela St. Antonius Padua di Fatumetan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu mempercepat penyelesaian pembangunan rumah ibadah agar dapat dimanfaatkan masyarakat setempat.

Bagi Sandiana, rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga menjadi ruang yang mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan masyarakat.

"Saya percaya bahwa setiap orang berhak memiliki tempat yang layak untuk beribadah dan membangun kebersamaan. Ketika kita membantu menghadirkan fasilitas yang lebih baik, kita juga ikut mendukung tumbuhnya harapan dan semangat masyarakat," ujar Sandiana di Jakarta pada hari Minggu (21/6).

Selain mendukung pembangunan fasilitas keagamaan, Sandiana juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Bantuan berupa kebutuhan pokok tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana.

Menurut Sandiana, kepedulian sosial tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan, tetapi juga melalui upaya memastikan bantuan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia menilai dunia usaha memiliki ruang yang besar untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial apabila dijalankan dengan semangat kolaborasi.

"Bisnis bukan hanya tentang pertumbuhan dan keuntungan, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Jika kita memiliki kesempatan untuk membantu, maka sudah sepatutnya kesempatan itu dimanfaatkan untuk kebaikan bersama," katanya.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep filantropi yang menempatkan dampak sosial sebagai tujuan utama. Tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan material, aktivitas sosial juga diarahkan untuk memperkuat kehidupan masyarakat, membangun solidaritas, serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan.

Menurut Sandiana, keberhasilan sebuah usaha idealnya berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial. Semakin besar kesempatan yang dimiliki seseorang maupun perusahaan, semakin besar pula peluang untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Ia juga menilai kolaborasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas berbagai program sosial. Sinergi antara dunia usaha, komunitas lokal, lembaga sosial, hingga masyarakat dinilai mampu memperluas jangkauan bantuan sehingga dapat diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.

Pendekatan kolaboratif tersebut dinilai penting mengingat tantangan sosial yang dihadapi masyarakat semakin beragam, mulai dari bencana alam hingga kebutuhan pembangunan fasilitas publik di berbagai daerah.

Di sisi lain, aktivitas filantropi yang dijalankan Sandiana juga memperlihatkan semakin besarnya peran perempuan dalam berbagai bidang, termasuk dunia usaha dan kegiatan sosial.

Kontribusi tersebut menjadi gambaran bahwa perempuan Indonesia memiliki peluang yang sama untuk menghadirkan perubahan positif, baik melalui aktivitas bisnis maupun kepedulian terhadap masyarakat.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, kegiatan filantropi menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial yang dinilai mampu memperkuat hubungan antara dunia usaha dan masyarakat.

Dukungan terhadap pembangunan fasilitas publik, bantuan kemanusiaan, serta berbagai program sosial lainnya diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang lebih inklusif sekaligus memperkuat solidaritas di tengah masyarakat.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.