Membangun Rumah Singgah Kesehatan bagi Keluarga Pasien
Kamis, 25 Jun 2026, 22:35 WIBSiak, Riau - Pemerintah Kabupaten Siak, Provinsi Riau memulai pembangunan rumah singgah kesehatan bagi pasien dan keluarga pasien kurang mampu yang nantinya dapat digunakan secara gratis.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan pembangunan rumah singgah tersebut lahir dari kebutuhan yang selama ini banyak disampaikan masyarakat. Terutama keluarga pasien yang harus mendampingi anggota keluarganya menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian Siak.
"Saya banyak menerima keluhan masyarakat, terutama pasien dari keluarga tidak mampu yang berobat ke Siak. Kesulitan mencari tempat menginap begitu juga keluarga yang mendampingi pasien berobat karena keterbatasan biaya," kata Afni saat melakukan peletakan batu pertama didampingi Wakil Bupati Syamsurizal, Kamis.
Pembangunan Rumah Singgah Kesehatan digagas melalui kolaborasi Badan Wakaf Indonesia (BWI), Badan Amil Zakat Nasional, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Afni menegaskan pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Untuk itu, Afni mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari jajaran pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan hingga organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat budaya wakaf melalui kesadaran dan gotong royong, sehingga semakin banyak program sosial yang dapat diwujudkan untuk membantu masyarakat.
"Kami bukan meminta atau mengemis, tapi kami mengajak dan mengedukasi kepada seluruh masyarakat termasuk dunia usaha. Insya Allah inilah nantinya yang bisa menjadi saksi kita di akhirat di tengah banyaknya dosa kita di dunia, Insya Allah berkah,â ujar dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Siak yang juga Ketua BWI Kabupaten Siak, Syamsurizal, mengatakan rumah singgah akan dibangun di atas lahan milik Baznas dan dikelola untuk melayani pasien serta keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama menjalani pengobatan.
Rumah singgah tersebut dirancang memiliki sekitar 10 kamar dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp1,2 miliar. Saat ini dana wakaf yang telah terkumpul mencapai lebih dari Rp100 juta, termasuk dukungan dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Siak. Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu tahun.
"Rumah singgah ini akad kita pada tahun ini, ini perdana dan nantinya gratis untuk pasien dan keluarga pasien yang betul-betul membutuhkan. Kita ingin masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit tidak lagi terbebani biaya tempat tinggal selama mendampingi anggota keluarganya berobat," ungkap Syamsurizal.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.