- Home
-
- Luar Negeri
-
- Qatar Dorong Negara Teluk ...
Qatar Dorong Negara Teluk Hidupkan Dialog dengan Iran
Rabu, 24 Jun 2026, 16:27 WIBISTANBUL - Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menegaskan bahwa dialog dengan Iran tetap diperlukan untuk menjamin keamanan dan stabilitas kawasan.
Al Thani menegaskan hal tersebut meski ia menyatakan sejumlah perkembangan terbaru yang melibatkan Qatar dan negara-negara Teluk lainnya sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima."
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan Doha menginginkan adanya visi bersama negara-negara Teluk serta kerangka keamanan regional baru yang mampu menjamin stabilitas dan mencegah berulangnya krisis di masa depan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa stabilitas kawasan secara menyeluruh tidak akan terwujud tanpa penyelesaian yang adil terhadap isu Palestina, penghentian penderitaan rakyat Palestina, serta pemenuhan hak mereka untuk mendirikan negara yang merdeka dan berdaulat.
Sheikh Mohammed juga menyoroti pentingnya menjamin kebebasan navigasi, menghilangkan berbagai ancaman terhadap keselamatan pelayaran, serta mengaktifkan mekanisme komunikasi langsung dan jalur darurat untuk mengendalikan potensi perselisihan di masa mendatang.
Menurutnya, Qatar terus melakukan konsultasi dengan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) dan Oman berdasarkan posisi bersama negara-negara Teluk yang menegaskan hak seluruh negara pesisir Teluk untuk menikmati jalur pelayaran yang aman dan bebas, sembari menjaga stabilitas kawasan dan kepentingan masyarakatnya.
"Iran adalah negara tetangga, dan dialog dengannya tetap diperlukan untuk menjamin keamanan dan stabilitas kawasan, meskipun apa yang terjadi terhadap Qatar dan saudara-saudara kami di negara-negara Teluk tidak dapat diterima," katanya.
Ia menambahkan bahwa negara-negara GCC saat ini bekerja dalam koordinasi langsung dan berkelanjutan dengan visi bersama yang berfokus pada penyelesaian perselisihan melalui jalur diplomatik dan damai, sekaligus membangun tingkat kepercayaan dan kerja sama yang lebih tinggi.
Sebelum Nota Kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi Pakistan dan Qatar tercapai, kawasan Timur Tengah berada dalam kondisi siaga tinggi sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Iran juga sempat membatasi pergerakan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
- Bahrain
- Qatar
- teluk persia
- persian gulf
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Preview Qatar vs Swiss: Pembuktian sang Juara Asia saat Hadapi Kepercayaan Tinggi "The Nati"
-
Rupiah Masih Rentan, 24 April 2026
-
Double-Double Track Nggak Cukup! Fitra: Mau Tekan Kecelakaan, Pisahkan Jalur KRL & Kereta Jarak Jauh
-
Kemenhaj: Layanan Haji Embarkasi Terapkan Layanan "One Stop Service"
-
Jadwal Liga Spanyol: Barca Tandang ke Kandang Osasuna, Madrid Hadapi Espanyol
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.