Kejar Pertumbuhan 8 Persen, Airlangga Dorong Pengembangan Data Center Nasional
Rabu, 24 Jun 2026, 17:35 WIBJakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pengembangan pusat data (data center)Â menjadi salah satu pengungkit utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi.
Sebab, data center menjadi infrastruktur penting bagi pengembangan ekonomi digital dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi di masa depan.
âIndonesia ingin tumbuh lebih dari 8 persen, dan salah satu pengungkitnya adalah digital economy. Dan kuncinya adalah tentunya AI, dan AI itu akan ada kalau infrastruktur data center-nya baik,â ujar Airlangga dalam acara 1-Dekade IDPRO 2026: Indonesiaâs Future through the Development and Strengthening of Digital Talent in Indonesiaâs Data-Centre Sector as an ASEAN Hub Centre of Excellence, di Jakarta, Rabu (24/6).
Airlangga mengapresiasi kontribusi IDPRO selama satu dekade terakhir dalam mendorong perkembangan industri pusat data nasional.
Menurut dia, sektor data center telah menjadi salah satu game changer bagi perekonomian Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital untuk mendukung aktivitas ekonomi dan transformasi teknologi.
Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama digital di tingkat kawasan melalui Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN yang diharapkan dapat ditandatangani pada KTT ASEAN mendatang.
Implementasi DEFA diproyeksikan meningkatkan potensi ekonomi digital ASEAN, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi digital kawasan.
Lebih lanjut, Airlangga menilai Indonesia memiliki sejumlah keunggulan untuk mengembangkan industri data center, antara lain ketersediaan lahan, harga energi yang kompetitif, serta dukungan sumber energi domestik yang beragam seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga air.
Pemerintah juga terus menyiapkan infrastruktur pendukung guna memastikan ketersediaan energi yang andal bagi pengembangan pusat data di berbagai wilayah Indonesia.
Selain pengembangan data center, Airlangga mendorong penguatan industri semikonduktor nasional melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi asal Inggris, ARM, untuk pengembangan desain cip.
Langkah itu diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai teknologi masa depan, termasuk AI, internet of things (IoT), kendaraan otonom, hingga komputasi kuantum.
Dalam rangka mendukung pengembangan ekosistem tersebut, pemerintah menargetkan pelatihan bagi 15 ribu talenta muda di bidang semikonduktor dalam tiga tahun ke depan.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional sekaligus mendorong lahirnya generasi insinyur digital yang mampu bersaing di tingkat global.
"Momentum ini harus kita jaga. Di antara negara ASEAN yang lain saya bisa katakan Indonesia lebih siap. Oleh karena itu, pengembangan talenta digital, data center, dan industri semikonduktor harus terus didorong agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi digital global," kata Menko Airlangga pula.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PDAM Kabupaten Lombok Tengah: Sebanyak 500 Rumah Ibadah Dapat Layanan Air Gratis
-
Kolaborasi Dijajaki Wamenekraf dengan Tabletoys Indonesia untuk Penguatan Pertumbuhan Gim Lokal ke Pasar Global
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
-
Infrastruktur Siap AI Penting untuk Dorong Ekonomi Digital Indonesia
-
Khofifah Berangkatkan 4.000 Pemudik Gratis 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.