- Home
-
- Luar Negeri
-
- Yen Jepang Makin Terperoso...
Yen Jepang Makin Terperosok Dekati Rekor Terendah
Selasa, 23 Jun 2026, 16:09 WIBTOKYO - Pemerintah Jepang siap mengambil langkah "tegas" terhadap pergerakan nilai tukar mata uang jika diperlukan sesuai kesepakatan dengan Amerika Serikat, kata Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada Selasa (23/6).
Pernyataan itu disampaikan setelah Katayama menggelar pembicaraan daring dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent sehari sebelumnya.
Katayama mengatakan pernyataan bersama Jepang dan Amerika Serikat mengenai kebijakan nilai tukar tetap menjadi pedoman bagi kedua negara.
Menurut dia, kedua pihak sepakat bahwa intervensi di pasar valuta asing hanya akan dilakukan untuk mengatasi volatilitas serta pelemahan atau penguatan mata uang yang tidak teratur. Pernyataan tersebut muncul ketika nilai tukar yen mendekati titik terendah bersejarah terhadap dolar AS.
Pada satu titik, yen diperdagangkan di kisaran atas 161 yen per dolar AS, memicu spekulasi bahwa otoritas Jepang dapat kembali melakukan intervensi untuk menahan pelemahan mata uangnya.
"Kami mengadakan pembicaraan yang konstruktif di tengah berbagai perkembangan dalam lingkungan ekonomi global, dan saya merasa pandangan kami sangat sejalan," kata Katayama kepada wartawan di Kementerian Keuangan Jepang.
Jika yen menembus level 161,96 per dolar AS, yang terakhir kali tercatat pada Juli 2024, mata uang Jepang itu akan mencapai posisi terlemahnya sejak 1986.
Yen masih berada di bawah tekanan jual karena pasar memperkirakan selisih suku bunga antara Jepang dan Amerika Serikat tidak akan menyempit dalam waktu dekat.
Tekanan itu juga dipengaruhi ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, berpotensi kembali menaikkan suku bunga tahun ini.
Katayama menjelaskan bahwa pembicaraan dengan Bessent bukan merupakan pertemuan darurat, melainkan tindak lanjut dari KTT G7 yang baru-baru ini digelar di Prancis.
Selain isu nilai tukar, kedua menteri sepakat memperkuat kerja sama terkait penggunaan model kecerdasan buatan (AI) yang memiliki kemampuan keamanan siber tingkat lanjut, termasuk Claude Mythos yang dikembangkan perusahaan rintisan AS Anthropic.
Menurut Katayama, Jepang dan AS akan berkoordinasi dalam merespons kekhawatiran bahwa teknologi AI yang sangat canggih tersebut dapat disalahgunakan untuk melancarkan serangan siber. Kekhawatiran itu mendorong pengembang teknologi tersebut membatasi akses penggunaannya.
- japanese yen
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
URI Dibentuk untuk Tingkatkan Kualitas SDM
-
Jogja Run'nShine 2026 Targetkan 3.500 Pelari, Hadiah Umrah hingga Liburan ke Turki
-
Musyawarah Taswirul Afkar Diskusikan Tantangan NU Jelang Muktamar
-
Apa yang Terjadi pada Masa Depan X-Men di Bawah Marvel?
-
Wow Butuh Biaya Sangat Banyak, Spanyol Pagari Laut Menyusul Korban Jiwa Ceuta Terus Bertambah
-
Kemendikdasmen Pastikan MPLS Ramah 2026 Bebas Perundungan dan Perpeloncoan
-
BI Optimalkan Program Patua untuk Tekan Inflasi Lewat Peningkatan Produksi Petani Sulut.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.