Danantara: Kapitalisasi Bank Himbara Rp1,1 Kuadriliun, Sinyal Kuat Sektor Keuangan RI

Senin, 22 Jun 2026, 18:45 WIB

JAKARTA – Kapitalisasi pasar bank mencerminkan persepsi investor terhadap kinerja, prospek pertumbuhan, dan tingkat risiko sektor perbankan di pasar modal.

Fluktuasi kapitalisasi ini dipengaruhi oleh faktor fundamental seperti profitabilitas, kualitas aset, serta kemampuan bank dalam menyalurkan kredit secara sehat.

Ket. Foto: Ilustrasi – Gedung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. — Sumber: Istimewa.

Selain itu, kondisi makroekonomi, suku bunga, dan stabilitas sistem keuangan turut berperan dalam menentukan valuasi perbankan.

Peningkatan kapitalisasi pasar umumnya menandakan meningkatnya kepercayaan investor, sementara penurunan dapat menjadi sinyal adanya tekanan likuiditas atau ketidakpastian ekonomi yang lebih luas.

Dengan demikian, kapitalisasi pasar bank menjadi indikator penting bagi stabilitas dan daya tarik sektor keuangan secara keseluruhan.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan bahwa kekuatan bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tercermin pada nilai kapitalisasi pasar yang mencapai Rp1,1 kuadriliun.

Ia mengatakan angka tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar perusahaan-perusahaan di Indonesia.

"Dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar Rp1.100 triliun, Himbara memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah," ujar Rosan Perkasa Roeslani dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (22/6).

Ia menyampaikan besarnya nilai kapitalisasi tersebut menunjukkan posisi strategis Himbara dalam sistem keuangan nasional.

Bank-bank pelat merah tersebut diharapkan tidak hanya beroperasi sebagai institusi keuangan yang mencetak keuntungan, tapi juga dapat menjadi instrumen pembangunan yang mampu memperluas akses ekonomi bagi seluruh masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto mengharapkan Himbara mampu menjangkau jutaan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia sehingga dampak pembiayaan yang disalurkan dapat secara nyata mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Peran Himbara tidak hanya diukur dari pencapaian laba, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka akses dan kesempatan yang setara bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor usaha yang lebih besar,” ucap Rosan.

Ahli perbankan Moch. Amin Nurdin menilai transformasi peran Himbara semakin kuat seiring hadirnya Danantara Indonesia sebagai pengelola BUMN berkat koordinasi yang lebih solid sehingga program pemerintah dapat dijalankan secara lebih terintegrasi.

“Di bawah koordinasi Danantara dan arahan Presiden (Prabowo Subianto), terdapat penguatan sinergi antarlembaga perbankan negara sehingga fungsi intermediasi Himbara semakin selaras dengan agenda pembangunan nasional yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Meskipun demikian, ia mengingatkan Himbara terus menjaga disiplin manajemen risiko dan tata kelola perusahaan demi pertumbuhan kinerja yang berkualitas dan berkelanjutan.

Hal tersebut mengingat perluasan penugasan dapat berpotensi menambah volume bisnis sekaligus memperluas basis nasabah, sehingga meningkatkan risiko pembiayaan.

“Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan semata mengejar pertumbuhan kredit, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap berkualitas, didukung manajemen risiko yang kuat, serta mampu menjaga profitabilitas secara berkelanjutan," tutur Moch. Amin Nurdin.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.