Pemkab Karawang Soroti Limbah Dapur MBG, IPAL Diminta Dioptimalkan!
Rabu, 29 Apr 2026, 16:20 WIBKarawang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, meminta pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan optimalisasi pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan penanganan pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang Asep Suryana di Karawang, Rabu (29/4), menyampaikan saat ini pihaknya tengah mengintensifkan pembinaan pengelolaan limbah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah sekitar Karawang.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Karawang dalam menjaga kualitas lingkungan seiring dengan meningkatnya jumlah dapur SPPG di daerah itu.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, kata dia, sebagian besar dapur SPPG di wilayah Karawang telah dilengkapi dengan IPAL, namun belum terlalu dioptimalkan.
Pihaknya menilai keberadaan IPAL masih perlu dilakukan optimalisasi agar sesuai dengan standar dan prosedur teknis yang berlaku, sehingga pengoperasiannya dapat sesuai dengan tahapan yang benar agar hasilnya optimal dan aman bagi lingkungan.
Menurut dia, pengolahan limbah cair harus melalui proses berjenjang hingga memenuhi baku mutu sebelum dibuang ke lingkungan. Jadi pihaknya mengedepankan pendekatan pembinaan dan edukasi kepada para pengelola dapur SPPG.
"Kami lebih mengutamakan pembinaan agar para pengelola memahami tata cara pengolahan limbah yang baik dan benar," kata dia.
Selain limbah cair, Dinas Lingkungan Hidup Karawang juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah dari aktivitas dapur SPPG, mulai dari sisa bahan makanan hingga kemasan, sehingga dapat ditangani secara tepat dan tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar.
"Pengelolaan sampah yang dihasilkan dapur SPPG ini penting, harus dipilah dan ditangani dengan baik, agar tidak menimbulkan pencemaran," kata dia.
Program MBG merupakan program pemerintah pusat yang diluncurkan untuk meningkatkan gizi anak sekolah, balita, dan ibu hamil/menyusui. Program ini juga bertujuan mengatasi stunting dan menciptakan generasi sehat/cerdas.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Liverpool Versus City Paling Ditunggu
-
Empat Ruas Jalan Terendam Banjir di Jakut akibat Hujan Deras
-
UMK 2026 Rejang Lebong Ditetapkan Rp2,84 Juta, Naik 6 Persen!
-
KAI: Pengguna Kereta Petani dan Pedagang Mengalami Peningkatan Volume
-
Pelaporan SPT Terus Bertambah, Tembus 6 Juta Wajib Pajak
-
Warga Halmahera Barat Lakukan Bersih-Bersih Pascabanjir
-
Kementerian Ekonomi Kreatif Dukung Kolaborasi Promosi Produk Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.