Bolivia Umumkan Keadaan Darurat

Senin, 22 Jun 2026, 02:25 WIB

LA PAZ - Presiden Bolivia pada Sabtu (20/6) mengumumkan keadaan darurat dan mengerahkan tentara serta buldozer untuk meratakan penghalang jalan yang dipasang demonstran antipemerintah dalam aksi protes yang telah melumpuhkan negara Andes tersebut.

Selama lebih dari enam pekan, serikat pekerja, kelompok masyarakat adat, dan petani koka telah berpawai melalui kota-kota dan memblokir jalan-jalan di seluruh negeri dengan puing-puing, kayu gelondongan, dan reruntuhan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah konservatif.

Ket. Foto: KEADAAN DARURAT - Sejumlah polisi militer berjaga di luar Istana Kepresidenan Quemado di La Paz, Bolivia, tak lama setelah Presiden Rodrigo Paz mengumumkan keadaan darurat pada Sabtu (20/6). Pengumuman keadaan darurat ini diberlakukan setelah terjadi aksi protes selama lebih dari enam pekan di Bolivia. — Sumber: AFP/Jorge BERNAL

Akibatnya sejumlah kota besar mengalami kekurangan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan yang akut, perekonomian telah kehilangan miliaran dollar, dan aksi protes tersebut mengancam bisa menggulingkan pemerintahan non sosialis pertama Bolivia dalam dua dekade terakhir.

“Para demonstran akan menghadapi kekuatan hukum sepenuhnya," ucap Presiden Rodrigo Paz pada Sabtu dini hari dalam pidato yang disiarkan televisi saat ia berupaya mengakhiri krisis tersebut.

"Rakyat Bolivia tidak bisa terus-menerus disandera oleh blokade yang mencegah mereka bekerja, belajar, menerima perawatan medis, mendapatkan pasokan, dan membawa makanan ke rumah mereka," kata Paz dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Keadaan darurat ini tidak dimaksudkan untuk menghilangkan keadaan normal, melainkan untuk memulihkannya," imbuh Presiden Paz seraya mengatakan bahwa keadaan darurat ini  berlaku selama 90 hari, yang membatasi hak untuk berdemonstrasi dan memungkinkan militer untuk dikerahkan di dalam negeri.

Dalam aksi protes, para pengunjuk rasa menuntut agar Paz, 58 tahun, untuk meninggalkan reformasi ekonomi liberal dan mengundurkan diri, kurang dari setahun setelah ia terpilih.

Presiden Paz sebelumnya telah memberi sinyal bahwa ia siap bernegosiasi dan awal pekan lalu ia telah menyetujui kesepakatan dengan salah satu serikat pekerja utama di negara itu untuk mengakhiri krisis.

Paz menuduh teroris narkoba dan khususnya mantan Presiden Evo Morales, berada di balik aksi protes yang melumpuhkan Bolivia. Morales adalah seorang tokoh sayap kiri, pemimpin adat, dan mantan petani koka, yang menjabat sebagai presiden Bolivia dari tahun 2006 hingga 2019. SB/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.