HIPMI Karawang: Pemadaman Listrik Harus Perhatikan Jam-jam Produktif
Minggu, 21 Jun 2026, 12:22 WIBKARAWANG â Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), meminta PLN agar dalam pemadaman listrik memperhatikan jam-jam produktif sehingga tidak terlalu mengganggu sektor usaha dan industri.
"Pemadaman listrik yang dilakukan PLN selama dua pekan terakhir jelas mengganggu aktivitas dunia usaha," kata Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Karawang, David, di Karawang, Minggu (21/6).
Ia menyampaikan sejumlah pelaku usaha, terutama di sektor industri di Karawang, sudah banyak yang mengeluhkan dampak pemadaman listrik terhadap operasional bisnis mereka.
Selama ini pemadaman listrik mengakibatkan terganggunya proses produksi, pelayanan kepada pelanggan, hingga potensi kerugian akibat terhentinya aktivitas usaha selama pemadaman listrik.
"Banyak teman-teman pengusaha yang menyampaikan keluhan kepada kami. Pemadaman listrik ini sangat mengganggu operasional usaha, terutama bagi sektor yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil," katanya.
Menurut dia, listrik merupakan kebutuhan dasar bagi dunia usaha. Karena itu setiap pemadaman seharusnya dapat diinformasikan lebih awal dan dijadwalkan dengan mempertimbangkan jam-jam produktif agar tidak menghambat kegiatan usaha masyarakat.
"Para pengusaha tentu memahami jika ada perbaikan atau gangguan teknis. Namun yang menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap kegiatan usaha. Kami berharap ada komunikasi yang lebih baik dan langkah antisipasi agar dunia usaha tidak terlalu dirugikan," ucap David.
Hal yang perlu menjadi perhatian, menurutnya, pemadaman listrik yang berlangsung selama tiga hingga lima jam cukup mengganggu sektor usaha dan industri jika terjadi di jam-jam produktif seperti di antara pukul 8.00-15.30 WIB.
Karena itu ia berharap PLN dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan kepastian kepada pelanggan, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan keandalan pasokan listrik untuk menjaga produktivitas dan keberlangsungan bisnis.
HIPMI Karawang juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan penanganan gangguan listrik agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu selama sekitar dua pekan terakhir para pelanggan PLN di sejumlah daerah sekitar Karawang mengalami pemadaman listrik, yang dilakukan secara bergantian.
Informasi yang dihimpun, dalam sehari terdapat lebih dari sepuluh titik pemadaman listrik dengan rata-rata durasi pemadaman tiga hingga lima jam.
Selain kawasan pemukiman penduduk, gedung perkantoran, pusat layanan publik, area usaha, kawasan industri, sekolah, kampus, hingga rumah sakit, menjadi sasaran pemadaman listrik bergilir.
Asisten Manajer Keuangan dan Umum PT PLN UP3 Karawang, Wahyu NF, saat dihubungi menyampaikan permohonan maaf sehubungan masih adanya pemadaman bergilir di wilayah Karawang.
Ia mengatakan pemadaman listrik dilakukan karena terjadi kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik.
- pemadaman listrik
- HIPMI Karawang
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jakarta-Jeju Kerja Sama Soal Energi Terbarukan
-
Keren! Tiongkok Ciptakan Lapisan Pelindung Transparan untuk Fosil Telur Dinosaurus
-
Panglima TNI Tinjau Yonif TP 940/Jaya Nagara di Subang, Jawa Barat
-
Pemadaman listrik di Kota Kediri
-
Jakarta Kota Terpanas di Indonesia Menurut Rilis BMKG, Ini Tanggapan Gubernur Pramono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.