Perekrutan Siswa Sekolah Rakyat Sasar Keluarga Paling Tak Mampu
Senin, 27 Apr 2026, 03:17 WIBBANDARLAMPUNG - Kementerian Sosial (Kemensos) tidak membuka pendaftaran siswa Sekolah Rakyat, tetapi merekrut merekaberbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
âKami tidak membuka pendaftaran untuk Sekolah Rakyat. Jadi, yang ada adalah penjangkauan dengan basis DTSEN untuk keluarga paling tidak mampu,â kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Bandarlampung, Minggu (26/4).
Selain itu guna memastikan sekolah rakyat tepat sasaran, pihaknya juga melakukan penjangkauan di tempat-tempat tertentu guna melakukan asistensi agar anak yang melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhan merekamau diberikan pendidikan melalui program ini.
âArtinya, kami juga proaktif. Misalnya kami melihat anak-anak di jalan yang masih dalam usia sekolah tapi melakukan kegiatan-kegiatan yang belum sesuai dengan kebutuhannya, maka akan diasistensi dan dijangkau untuk bisa masuk ke Sekolah Rakyat,â katanya.
Menurutnya, saat sudah banyak anak-anak di usia sekolah yang ikut dalam program Sekolah Rakyat, yang sebelumnya mereka ikut membantu orang tuanya dan harus putus sekolah.
âJadi sebelum anak-anaknya bisa mengikuti proses belajar-mengajar di Sekolah Rakyat, orang tuanya kami ajak diskusi. Jadi kalau datanya sama dengan fakta di lapangan dan orang tuanya setuju, maka akan kami berikan sosialisasi tentang berbagai hal yang terkait dengan penyelenggaraan Sekolah Rakyat,â katanya.
Ia mengatakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat bukan hanya berfokus pada pendidikan anak, tetapi juga turut memberdayakan orang tuanya melalui berbagai program sosial dan ekonomi.
âYang ingin kami sampaikan bahwa Sekolah Rakyat ini berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan, dimana orang tua mereka juga akan diberdayakan melalui berbagai program strategis seperti diberikan dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan, hingga keterlibatan dalam Koperasi Desa Merah Putih,â kata Mensos Saifullah Yusuf.
Ia berharap dengan berbagai dukungan yang diberikan oleh pemerintah, baik anak yang mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat maupun orang tuanya, dapat terbebas dari kemiskinan dan menjadi keluarga yang mandiri.
âKami harapkan dalam kurun waktu tertentu, setelah anak-anak tersebut lulus dari Sekolah Rakyat, orang tuanya juga bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri,â kata Mensos Saifullah Yusuf.
Mulai Teratasi
Mensos menyebutkan bahwa berbagai tantangan pada awal penyelenggaraan sekolah rakyat kini mulai teratasi. âBerbagai tantangan pada awal penyelenggaraan kini mulai teratasi. Bulan pertama dan kedua memang cukup berat, tetapi sekarang kondisinya jauh lebih baik,â ujar Mensos.
Bahkan, lanjut dia, para guru dan siswa sudah mulai betah melakukan proses belajar dan mengajar di sekolah rakyat, tentu hal ini menjadi modal penting untuk keberlanjutan program.
Pada sisi lain, Mensos juga mengungkapkan bahwa sekitar 75 persen siswa Sekolah Rakyat memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Mensos menyebut bahwa bangunan permanen Sekolah Rakyat di 100 titik di Indonesia ditargetkan selesai pada bulan Juli 2026. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sabalenka Atasi Paolini di Laga Pembuka WTA Finals Riyadh
-
Brigjen TNI Wahyu Yudhayana Jabat Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres).
-
Anda Berpuasa dan Tetap Ingin Berolahraga? Ini Strategi dan Saran Dokter
-
Mandalika Racing Series 2025 Ajang Bergengsi Jelang MotoGP Mandalika
-
Mensos: Sekolah Rakyat Model Pengentasan Kemiskinan Terpadu`
-
SBY Cemas Perang Dunia III Meletus, Dorong PBB Gelar Sidang Darurat
-
KKP Tempuh Banyak Cara Sejahterakan Nelayan Termasuk Lewat Program KNMP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.