Pemerintah Perlu Perkuat Irigasi dan Mitigasi El Nino untuk Jaga Ketahanan Pangan

Jumat, 19 Jun 2026, 00:38 WIB

Antisipasi Kekeringan - El Nino Ancam Produksi Beras Nasional

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi sekaligus memastikan distribusi air berjalan optimal.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

JAKARTA – Pemerintah dini­lai perlu memperkuat sistem irigasi serta strategi mitigasi El Nino untuk menjaga ketahan­an pangan nasional di tengah ancaman musim kemarau yang berpotensi mengganggu produksi pertanian. Upaya tersebut mencakup optimalisasi bendungan, rehabilitasi jaringan irigasi, pompanisasi, hingga percepatan penera­pan teknologi pertanian tahan kekeringan agar pasokan air ke lahan pertanian tetap terjaga. 

Pengamat infrastruktur dari Universitas Trisakti, Yayat Su­priatna, menilai Instruksi Pre­siden (Inpres) tentang irigasi menjadi instrumen penting un­tuk memastikan ketersediaan air di sentra-sentra produksi pangan nasional. Ia menegas­kan, kebijakan tersebut perlu difokuskan pada percepatan pembangunan serta rehabili­tasi jaringan irigasi yang ter­hubung langsung dengan ka­wasan pertanian produktif.

“Sebetulnya Inpres bersifat instruksi langsung kepada per­soalan di lapangan. Sentra-sen­tra pangan harus didukung pem­bangunan infrastruktur sumber daya air dan pengembangan iri­gasi yang memadai,” ujar Yayat, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Kamis (18/6).

Ia menjelaskan pemerintah telah membangun sejumlah bendungan besar dalam be­berapa tahun terakhir. Namun, manfaat bendungan itu perlu dioptimalkan melalui pengem­bangan jaringan distribusi air yang mampu menjangkau la­han pertanian secara efektif.

Menurut Yayat, keberhasi­lan pembangunan bendungan tidak hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana cadangan air yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas per­tanian, terutama saat musim kemarau panjang.

“Banyak bendungan skala besar sudah dibangun. Yang perlu dipastikan sekarang adalah bagaimana hasil pem­bangunan itu benar-benar dirasakan di sentra-sentra pangan melalui jaringan irigasi yang efektif,” katanya.

Yayat juga menekankan pentingnya keterlibatan peme­rintah daerah dalam pengelo­laan dan pemeliharaan infrastruktur air. Sinergi antara pemerin­tah pusat dan daerah dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi sekaligus memastikan distribusi air berjalan optimal.

Sebelumnya, Menteri Pe­kerjaan Umum Dody Hanggo­do mengungkapkan sejumlah langkah yang disiapkan peme­rintah untuk menghadapi po­tensi kemarau panjang akibat El Nino. Salah satunya adalah operasi modifikasi cuaca guna meningkatkan curah hujan di wilayah hulu bendungan agar ketersediaan air tetap terjaga selama musim kemarau.

Kapasitas Mitigasi

Sementara itu, Peneliti Cen­ter of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian meni­lai dampak El Nino terhadap produksi beras nasional sangat bergantung pada kapasitas mitigasi dan efektivitas kebijakan yang diterapkan pemerintah.

“Dampak El Nino tidak se­lalu menurunkan produksi secara drastis, tetapi sangat tergantung pada kapasitas mitigasi dan respons kebijakan,” kata Eliza.

Ia menilai langkah peme­rintah melalui peningkatan luas areal tanam, optimalisasi irigasi, serta penyediaan benih tahan kekeringan merupakan kebijakan yang tepat. Namun, masih terdapat sejumlah tan­tangan yang perlu dibenahi agar upaya tersebut memberi­kan hasil maksimal.

Menurut Eliza, struktur per­tanian Indonesia masih sangat bergantung pada curah hu­jan, sementara kemampuan sistem irigasi untuk mengha­dapi kekeringan dalam skala besar belum merata di selu­ruh wilayah. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi pertanian modern dan penggunaan varietas tahan kekeringan juga masih perlu diperluas.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.