Cuan Kopi Indonesia Mengalir di Bangkok, Potensi Transaksi Capai Rp66 Miliar

Jumat, 19 Jun 2026, 19:20 WIB

JAKARTA – Kopi Indonesia semakin diminati di pasar internasional berkat kombinasi kualitas rasa yang khas, keragaman origin, serta peningkatan standar produksi pascapanen.

Permintaan global yang terus tumbuh menunjukkan daya saing komoditas ini di tengah persaingan ketat negara produsen kopi lainnya.

Ket. Foto: Salah satu pelaku usaha Indonesia ikut serta dalam ajang World of Coffee Bangkok 2026 pada 7-9 Mei 2026. — Sumber: ANTARA/HO-Kemendag

Di sisi lain, tren konsumsi kopi spesialti (specialty coffee) turut membuka peluang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan nilai tambah ekspor.

Namun, tantangan seperti konsistensi kualitas, rantai pasok, dan sertifikasi keberlanjutan masih menjadi faktor penting yang perlu diperkuat agar posisi kopi Indonesia semakin solid di pasar global.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan RI Bangkok mencatat produk kopi asal Indonesia membukukan potensi transaksi sebesar 3,89 juta dolar AS atau setara Rp66 miliar melalui komitmen pembelian 337 ton kopi di ajang World of Coffee Bangkok 2026.

Melalui keterangan Kemendag di Jakarta, Jumat (19/6), potensi transaksi tersebut dilakukan bersama 60 calon pembeli potensial (buyer) melalui letter of intent (Lol). Para buyer datang dari berbagai negara seperti Thailand, Belanda, Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Mesir, Oman, India, Brunei Darussalam, Filipina, Finlandia, dan Taiwan.

"Antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia sangat tinggi, tercermin dari banyaknya komitmen bisnis yang berhasil dihimpun selama penyelenggaraan pameran," ujar Atase Perdagangan Bangkok Rafika Arfani.

Dalam persiapan pameran, Rafika menyoroti sejumlah prosedur yang harus dipenuhi untuk memasukkan sampel produk kopi para eksibitor ke Thailand. Prosedur tersebut mencakup perizinan dari Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand, Kementerian Perdagangan Thailand, Food and Drug Administration (FDA), serta otoritas Bea dan Cukai. Ketentuan yang sama juga berlaku bagi seluruh importir produk kopi yang memasuki pasar Thailand.

Sebanyak 20 pelaku usaha kopi yang berasal dari daerah sentra kopi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, hingga Papua ikut serta dalam pameran tersebut.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Thailand Hari Prabowo menekankan besarnya potensi pasar kopi di Thailand yang terus berkembang. Menurutnya, konsumsi kopi masyarakat Thailand meningkat hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir, dari sekitar 180 cangkir menjadi 340 cangkir per kapita per tahun.

Di sisi lain, produksi kopi Thailand yang hanya sekitar 15.600 ton per tahun masih jauh di bawah kebutuhan domestiknya yang mencapai lebih dari 90.000 ton per tahun.

"Kondisi tersebut menjadikan Thailand sebagai pasar yang sangat prospektif bagi kopi Indonesia untuk memperluas penetrasi ekspor dan memperkuat posisinya di kawasan Asia Tenggara," kata Hari.

  • kemendag
  • kopi
  • World of Coffee Bangkok

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.